Tingkatkan Efisiensi Pasar Remitansi TKI NTB, Worl Bank Akan Bangun Proyek Greenback

JUMAT, 13 MEI 2016

MATARAM — Meningkatkan efesiensi pengelolaan pasar remitansi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bekerja di luar negeri, World Bank akan membangun proyek greenback di NTB dan Kabupaten Lombok Timur akan menjadi lokasi implementasi sebagai Kabupaten dengan jumlah TKI tertinggi.
“Proyek ini dilatarbelakangi hasil kajian World Bank, bahwa setiap tahunnya tercatat lebih dari $400 milyar remitansi mengalir ke negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga menjadikannya penting sebagai sumber pendapatan keluarga TKI pemerintah,” kata Kepala Bank Indonesia cabang NTB, Prijono di Mataram, Jum’at (13/5/2016).
Menurutnya, proyek greenback yang dibangun World Bank tersebut selain diharapkan bisa lebih memudahkan bagi keluarga TKI NTB dalam hal pengiriman dan pengelolaan uang dihasilkan selama bekerja menjadi TKI, juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar remitansi uang kiriman TKI di luar negeri ke tanah air.
Selain itu, proyek tersebut selain diharapkan dapat mendorong pengembangan pasar remitansi yang transparan dan efisien dengan cara meningkatkan kesadaran para pekerja migran internasional maupun domestik dan keluarganya akan keberadaan serta manfaat layanan keuangan yang teregulasi.
“Dengan demikian diharapkan dapat mengedukasi pekerja migrant dan keluarganya mengenai akses layanan keuangan yang lebih baik sehingga pada akhirnya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan mereka” ungkapnya.
Ditambahkan proyek greenback pada implementasinya nanti akan lebih terfokus pada sisi penerima remitansi di NTB dengan menggunakan pendekatan inovatif, memberi penjelasan kepada masyarakat di desa terpilih tentang bagaimana sesungguhnya keunggulan memiliki akun sendiri, manfaat utama layanan transfer dana melalui rekening sendiri.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Yusri mengatakan, dari ribuan rumah tangga TKI di Kabupaten Lombok Timur, belum semuanya mau menggunakan layanan bank secara mandiri dalam hal pengelolaan remitansi.

“Terdapat  lebih dari 2000 rumah tangga TKI, di Kabupaten Lombok Timur, dimana lebih dari 80 persen masih belum menggunakan layanan bank meskipun mereka menerima remitansi secara rutin,” kata Yusri.

Sebagai lokasi pertama uji coba proyek greenback, Kabupaten Lombok Timur termasuk Kabupaten terbesar kantung TKI di NTB,  di mana setiap rumah tangga TKI rata-rata menerima kiriman remitansi sebesar tiga juta per bulan atau Rp. 10-15 juta per kwartal.

Untuk itu, dengan adanya proyek ini, Lombok Timur sebagai daerah perintis diharapkan dapat meningkatkan akses dan penggunaan produk layanan keuangan yang teregulasi.

“Sehingga dengan demikian pengelolaan remitansi dihasilkan bisa lebih mudah dan mampu dikelola secara maksimal untuk peningkatan kesejahteraan rumah tangga TKI di NTB,”sebutnya.

[Turmuzi]
Lihat juga...