Ternak Mendadak Mati Warga Panggil Petugas Medis Khusus Hewan

RABU, 18 MEI 2016

LAMPUNG — Peternak kambing dalam beberapa hari terakhir dikejutkan dengan beberapa ternak yang mendadak sakit dan mati tanpa dikatahui penyebabnya. Selain mengalami kematian mendadak beberapa peternak bahkan mengakui beberapa ekor ternak kambing miliknya mengalami beberapa jenis penyakit yang mengakibatkan ternak susah makan meski sudah diberi pakan rumput hijau yang segar. Selain itu tambahan nutrisi lain untuk ternak justru tidak menambah baik kondisi ternak miliknya tersebut.
Salah satu peternak yang tinggal di wilayah Dusun Sumbersari Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan bernama Panji (39) mengaku tiga ekor kambing miliknya mengalami gejala penyakit mencret dan susah makan sejak tiga hari terakhir.
“Induknya masih bisa diberi makan namun dua ekor anaknya yang tak mau menyusu terpaksa dibuatkan susu instan dengan dot dan tetap mengalami gejala mencret”ungkap Panji saat ditemui Cendananews.com Rabu (18/5/2016)
Sebelumnya,peternak yang memiliki sebanyak 10 ekor kambing di dua kandang di belakang rumahnya ini mengaku sudah dua ekor kambing miliknya yang mati mendadak. Kematian mendadak dua ekor kambing miliknya diduga akibat masuk angin yang ditimbulkan karena perubahan musim. Khawatir kambing miliknya berkurang karena mati, Panji akhirnya memanggil petugas kesehatan hewan dan Insemenasi Buatan (IB) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan.
“Saya disarankan menelpon petugas kesehatan hewan dan beruntung bisa segera datang untuk memeriksa kondisi kesehatan ternak kambing milik saya”ungkapnya.
Kambing yang dimilikinya merupakan jenis kambing kacang, kambing Jawa, sebab ia mengaku pernah memelihara jenis kambing kepleh yang berkuping panjang namun kondisi iklim di wilayah tersebut tidak cocok. Kambing jenis perah bahkan nyaris tak pernah tak bisa dibudidayakan di wilayah tersebut sehingga ia memilih memelihara jenis kambing kampung sebagai investasi.
Petugas kesehatan hewan dan insemenasi buatan atau kawin suntik yang didatangkan segera melakukan pemeriksaan kesehatan ternak kambing miliknya. Berdasarkan pemeriksaan awal, mencret pada tiga ekor kambing miliknya disebabkan asupan pakan yang kurang terjaga kebersihannya.
“Faktor kebersihan kandang serta pasokan pakan yang tak bersih juga menjadi penyebab ternak kambing menderita mencret dan harus dipisahkan dari kambing lain yang masih sehat,”ungkap Rekiansyah,petugas kesehatan serta IB saat melakukan pemeriksaan.
Rekiansyah mengungkapkan selain menderita mencret, beberapa penyakit yang menyerang ternak kambing yang dimiliki panji diantaranya kurap, mencret, sakit mata dan cacingan. Ia menyarankan agar peternak di wilayah tersebut bisa menjaga kebersihan kandang dan asupan pakan yang diperoleh dari kebun.
“Saat mencari pakan dari tempat yang masih berembun usahakan diangin anginkan terlebih dahulu agar tidak membawa telur cacing,”ujarnya.
Langkah pencegahan petugas kesehatan hewan yang dilakukan terhadap tenak warga ungkap Rekiansyah dilakukan dengan diberi antibiotik jenis limoxin yang berguna menghentikan mencret.
“Gangguan pencernaan pada ternak kambing terutama yang masih anakan bisa diatasi dengan injeksi limoxin sebanyak satu mililiter,”terangnya.
Selain itu bisa dilakukan dengan pemberian obat jenis pil yang digerus dan dicampurkan dalam minum dengan air panas kepada ternak yang sakit.
Rekiansyah selaku petugas kesehatan hewan mengakui, selama ini banyak dipanggil oleh ratusan peternak yang ada di wilayah beberapa kecamatan di Lampung Selatan. Selain dikenal sebagai mantri hewan ia juga sering dipanggil untuk melakukan kawin suntik (inseminasi buatan) pada ternak sapi, kambing.
“Kalau peternak memiliki masalah pada hewan ternak miliknya berupa sakit atau ingin melakukan kawin suntik ternak saya siap dipanggil kapanpun,”ungkapnya.
Ia juga tak segan memberikan pemahaman kepada peternak untuk menerapkan pola kebersihan bagi hewan ternak serta menjaga jarak kandang dengan tempat tinggal. Selain menjaga kesehatan ternak ia juga menganjurkan agar ternak tidak mengganggu kesehatan manusia.
Akibat perubahan cuaca selain di Kecamatan Penengahan,sebelumnya puluhan ekor ternak kambing di kecamatan Penengahan, Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Sragi mati mendadak akibat serangan masuk angin. Ternak yang masih sehat pada malam hari oleh peternak ditemukan dalam kondisi mati pagi harinya dan peternak langsung menguburkan ternak yang mati menghindari penularan pada ternak lain yang masih sehat.
[Henk Widi]
Lihat juga...