Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadhan Pemkab Lakukan Berbagai Langkah

RABU, 18 MEI 2016

LAMPUNG — Kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional di Lampung terutama pada sejumlah komoditas kebutuhan pokok mulai dirasakan sejumlah masyarakat meski pelaksanaan Ramadhan dan Idul Fitri belum tiba. Salah satu pedagang di Pasar Inpres Kalianda, Idayatun (40) mengakui kenaikan harga tidak bisa dipungkiri akibat permintaan yang semakin meningkat menjelang Ramadhan bahkan menjelang Idul Fitri.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga terutama pada kebutuhan pokok masyarakat diantaranya beras, minyak goreng, terigu, telur, gula serta kebutuhan dapur lainnya seperti bumbu dapur dan sayur mayur. Selain karena permintaan cukup tinggi beberapa pedagang sengaja melakukan langkah menahan stok untuk dijual pada saat bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri.
“Beberapa bahan kebutuhan pokok bisa distok dalam waktu cukup lama sehingga bisa saja dilakukan penimbunan oleh pedagang yang ingin mengeruk keuntungan banyak,”ungkap Idayatun kepada Cendana News, Rabu (18/5/2016).
Wanita yang sehari hari berjualan kebutuhan pokok tersebut mengakui harga telur ayam ras yang dijualnya pun sudah mengalami kenaikan dari semula seharga Rp 20ribu menjadi Rp 22 ribu. Faktor ketersediaan diduga menjadi penyebab mahalnya harga telur ditambah peternak lebih banyak melakukan pengiriman ke pasar luar Lampung.
Pedagang di Pasar Inpres Kalianda juga berharap pemerintah daerah bisa melakukan langkah operasi pasar murah agar pembeli masih bisa membeli kebutuhan dengan harga terjangkau. Melonjaknya harga menurut sejumlah pedagang justru akan menurunkan daya beli masyarakat dan berimbas pada kerugian para pedagang.
“Lebih baik harga stabil tapi penjualan stagnan daripada harga mahal namun harga tinggi dan masyarakat enggan berbelanja”ungkapnya.
Kebutuhan akan telur yang dijual olehnya selama ini dipasok dari peternak ayam petelur di wilayah Natar Kabupaten Lampung Selatan. Sementara peternak wilayah lain lebih memilih mengirim telur ke wilayah pasar di Pulau Jawa.
Antisipasi lonjakan sejumlah harga kebutuhan pokok yang suda mengalami kenaikan harga, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berencana akan menggelar operasi pasar murah (OPM) menjelang bulan ramadhan 1437 hijriah tahun ini.
Kegiatan yang bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) itu akan digelar pada minggu kedua Juni mendatang. 
Pj. Sekretaris Kabupaten Lamsel Ir. Erlan Murdiantono mengungkapkan, pihaknya telah menggelar rapat persiapan dalam menghadapi Bulan Ramadhan bersama SKPD terkait. Hasilnya, OPM akan digelar pada minggu kedua Bulan Juni.
“Hal ini dilakukan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat jelang Ramadhan. Karena, tradisi setiap memasuki bulan puasa dan hari raya dipastikan terjadi lonjakan harga sembako,”kata Erlan.
Operasi Pasar Murah, memang sudah menjadi agenda rutin Pemerintah Lampung Selatan ketika memasuki bulan puasa dan lebaran. Langkah tersebut, dilakukan sebagai antisipasi dan menekan harga kebutuhan yang semakin melonjak. Meski masih lama namun upaya persiapan dilakukan jauh jauh hari untuk mengantisipasi kelangkaan barang dan kenaikan harga.
“Harapannya, dengan diadakannya operasi pasar murah harga sembako tidak begitu melonjak karena ada perbandingan harga yang akan disediakan pemerintah,”tambahnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya akan menggandeng perusahaan swasta yang memang bergerak dibidang perdagangan barang barang kebutuhan pokok. Agar, pelaksanaan operasi pasar murah bisa berjalan dengan lancar dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Rencananya, operasi pasar murah akan kita gelar di empat titik wilayah kecamatan. Namun, lokasi atau tempatnya masih kita bahas lebih lanjut bersama tim. Yang pasti, lokasinya kita pilih yang mudah dijangkau masyarakat,”ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pasar dan Perdagangan Supriyanto mengungkapkan operasi pasar murah tersebut rencananya akan dilakukan di empat titik disejumlah kecamatan di Lampung Selatan. selain itu, operasi pasar murah serupa juga akan dilakukan Dinas Pasar dan Perdagangan Provinsi Lampung yang digelar di Lampung Selatan.
Ia juga mengakui akan berkoordinasi dengan masing masing kecamatan agar memantau perkembangan harga pasar dan menghimbau agar pedagang tidak melakukan penimbunan barang untuk dijual sehingga berakibat kelangkaan.
[Henk Widi]
Lihat juga...