SENIN, 2 MEI 2016
YOGYAKARTA — Inisiatif mulia dilakukan warga desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, dengan menyantuni warga lanjut usia (lansia) dan warga kurang mampu, dengan cara memberi nasi dan lauk. Jumlah Lansia yang disantuni sebanyak 60 orang.

Berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya warga lanjut usia dan kurang mampu, Kepala Desa Tamanmartani, Gandang Harjananta, bersama semua elemen masyarakat berinisiatif membuat suatu wadah sosial yang disebut Lembaga Sosial Tamanmartani Peduli (LSTP).
Melalui lembaga tersebut, secara swadaya dan bergotong-royong, setiap hari warga memberikan santunan kepada 60 orang lanjut usia yang ada di desanya. Santunan diberikan dalam bentuk nasi sayur dan lauk yang diberikan pada setiap siang hari.
Gandang yang ditemui Cendana News, Senin (2/5/2016) menjelaskan, tercatat ada 85 warga lanjut usia dan kurang mampu yang tinggal di Desa Tamanmartani. Biasanya mereka diberi makan oleh tetangganya. Melihat kondisi tersebut, warga tergerak untuk menyantuni warga lansia tersebut secara lebih intens dan terjamin. “Maka, dibuatlah lembaga itu dan semua elemen masyarakat dilibatkan”, ujarnya.
Sementara itu, Staf Desa Tamanmartani, Tomi, menjelaskan, dana anggaran untuk santunan diadakan dari hasil iuran warga. Sedangkan yang bertugas memasak dilakukan oleh kelompok masyarakat secara bergiliran setiap harinya. Pada harii Minggu, tugas memasak dilakukan oleh Ibu-ibu PKK, hari Senin dilakukan oleh warga yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Tamanmartani, hari Selasa oleh Kelompok Kader, Rabu oleh Muslimat, Kamis oleh Paroki dan Jumat dilakukan oleh Pamong Desa.

“Demikian seterusnya kami saling bergiliran memasak, dan mengantarkan makanan tersebut keenam puluh warga lansia”, terangnya.
Tomi mengatakan lagi, guna lebih memberdayakan masyarakat, pihak desa mengadakan program menabung untuk keperluan santunan bagi para lansia, dengan besaran menabung setiap harinya Rp. 100.
Dengan cara tersebut, katanya, dana anggaran santunan bagi warga lansia menjadi sangat terbantu. “Program ini sudah dilakukan sejak Oktober 2015. Memang masih ada sebagian lansia yang belum mendapatkan santunan, karena keterbatasan anggaran. Namun, ke depan kita akan upayakan lagi”, pungkasnya. (Koko Triarko)