Sapi Sonok, Budaya Madura yang Hingga Kini Masih Tetap Dilestarikan

MINGGU, 8 MEI 2016

SUMENEP — Majunya perkembangan zaman di era sekarang ini rupanya belum mampu mengkikis budaya yang ada di wilayah Madura, Jawa Timur, salah satunya ada ada Sapi Sonok. Dimana budaya peninggalan nenek moyang tersebut masih tetap dilestarikan, bahkan para pecinta sapi hias semakin lama tambah banyak.
Pecinta sapi sonok sedang memajang sapi peliharaannya
Sapi Sonok merupakan peninggalan nenek moyang di pulau garam ini sejak zaman terdahulu. Budaya tersebut oleh kebanyakan masyarakat tetap dilestarikan, karena selain menjalin erat persaudaraan, budaya itu patut dihargai sebagai warisan yang memiliki nilai sangat berharga, sebab itu susah ditemukan di daerah lain, terkecuali hanya di Pulau Madura.
“Ini salah satu budaya peninggalan nenek moyang yang memang perlu kita lestarikan, sehingga meski di era modern budaya itu tidak mudah punah. Karena para pecinta Sapi Sonok sudah menyebar ke berbagai daerah di wilayah Madura,” kata Suliman (42) salah satu pecinta Sapi Sonok asal Kabupaten Sumenep, Minggu (8/5/2015).
Disebutkan, bahwa dalam melestarikan budaya sapi sonok berbagai macam cara dilakukan oleh masyarakat daerah ini, seperti kontes dan perkumpulan antar sesama para pecinta sapi hias tersebut. Sebab dengan cara itulah akan ampuh menjaga kelestarian warisan budaya dari nenek moyang, agar tidak punah akibat terpengaruh majunya perkembangan zaman yang cukup pesat.
“Jadi sepertinya kalau budaya Sapi Sonok itu tidak akan mudah punah, sebab melihat para pecintanya semakin banyak, apalagi sapi harganya jauh beda dengan sapi biasa pada umumnya. Sehingga pemiliki sapi sonok memiliki kebanggaan tersendiri,” jelasnya.
Sedangkan pemeliharaan sapi sonok tidaklah mudah, karena sang pemilik harus benar-benar melakukan perawatan ekstra agar sapi tersebut tetap gemuk dan terlihat cantik. Karena sapi betina harus diberi ramuan khusus agar memiliki keindahan tubuh yang enak di pandang supaya dapat menarik perhatian orang yang menonton pada saat pelaksanaan kontes.
[M. Fahrul]
Lihat juga...