Memori Surabaya UK Petra Gelar Meriahkan HUT Kota Pahlawan

MINGGU, 8 MEI 2016

SURABAYA — Hari jadi Kota Surabaya yang selalu diperingati secara meriah ternyata tidak hanya dilakukan oleh instansi pemerintah namun juga dilakukan oleh civitas akademika, salah satunya Universitas Kristen (UK) Petra yang menggelar Memori Surabaya atau Surabaya Memory.
“Surabaya Memory yang diluncurkan sejak tahun 2001 tersebut merupakan sebuah inisiatif yang didedikasikan bagi perekaman dan pelestarian pusaka  kota Surabaya. Bertujuan menumbuhkan kepedulian masyarakat akan pelestarian pusaka kota Surabaya melalui media maya (online) dan media fisik (onsite)”, jelas Kepala Perpustakaan UK Petra Surabaya, Dian Wulandari, S.I.I.P. saat ditemui di Surabaya, Minggu (8/5/2016).
Surabaya Memory 2016 kali ini mengangkat tema ‘Perempuan Surabaya: Jejak Karyanya bagi Keluarga dan Masyarakat’. Acara akan diawali dengan pameran Surabaya Memory dengan menampilkan kurang lebih 60 karya foto Surabaya Tempo Dulu serta Potret Kebangkitan Bangsa, Foto tokoh Perempuan masa lalu dan masa kini, karya seni berupa lukisan oleh seniman perempuan Surabaya, poster makanan tradisional, karya puisi tentang perempuan, dan karya dosen beserta mahasiswa UK Petra dari Program Studi Arsitektur, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior, Ilmu Komunikasi.  
“Acara ini dihelat selama lima hari berturut-turut tepatnya pada tanggal 4 hingga 8 Mei 2016 di Grand City Mall Surabaya, Jalan Gubeng Pojok-Surabaya, kebetulan hari ini hari terakhir,” cakapnya.
Rangkaian acara mulai dari  Sosialisasi Makanan Tradisional yang Sehat dengan permainan papan dari JELITRA, pemaparan memaknai hidup, pelatihan membuat alat peraga edukatif (topeng fabel), dan demo berhias diri.
“Hari terakhir selain pameran juga ada final lomba presentasi ‘Ayo Mengejar Cita-cita’ dan penutupan acara,” tandasnya.
Diharapkan dengan adanya peringatan ini sebagai warga dari Kota Surabaya yang akan berulang tahun ke-723, masyarakat bisa lebih memberikan manfaat kepada kota pahlawan ini.
“Selain itu mengingatkan kembali sejarah Kota Surabaya pada jaman dahulu sebagai pembelajaran bagi kita,” pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]
Lihat juga...