RABU, 4 MEI 2016
YOGYAKARTA — Berawal dari tempat pemulihan psikologi atau trauma healing bagi anak-anak korban gempa Yogyakarta pada 2006 silam, kini Sanggar Studio Biru berkembang menjadi perpustakaan bagi anak-anak dan warga Dusun Sengir, Sumberharjo, Prambanan, Sleman. Bahkan, sanggar tersebut juga menjadi wadah mengasah kreatifitas anak-anak dusun setempat, dan pintu masuk informasi bagi warga dusun di lereng bukit Prambanan tersebut.

Tak ingin fasilitas publik yang telah dibangun guna memulihkan kondisi mental dan piskologis korban bencana gempa bumi di Yogyakarta pada 2006 terbengkalai begitu saja, sejumlah remaja dusun setempat mengembangkan Sanggar Studio Biru dengan menjadikannya taman bacaan warga. Sanggar kegiatan anak berbasis perpustakaan itu pun kini dalam perkembangannya dinilai penting bagi tumbuh kembang anak-anak dusun setempat.
Tak sekedar sebagai taman bacaan, Sanggar Studio Biru bahkan juga menjadi wadah menempa bakat dan kreatifitas anak, seperti menulis dan membuat hasta karya. Sementara itu sebagai perpustakaan, berbagai koleksi buku yang ada didapat dari sumbangan para donatur. Buku-buku itu dimanfaatkan sebagai media mentransfer ilmu pengetahuan yang tidak diperoleh dari lembaga pendidikan formal.

Pengelola Sanggar Studio Biru, Rendra Suparmadi, ditemui Rabu (4/5/2016), menjelaskan, Sanggar Studio Biru yang berada di pedusunan sepi dan jauh dari hingar-bingarnya kota, juga menjadi pintu masuk informasi bagi warga dusun setempat. Pasalnya, kata Rendra, perpustakaan itu juga dilengkapi dengan jaringan internet guna mendapatkan informasi positif yang berguna bagi warga.
Sejak keaktifannya setahun lalu dan perannya yang dianggap bermanfaat, pun pemerintah desa setempat memberikan perhatian dengan memberikan perijinan kegiatan. Rendra pun berharap, sanggar yang dikelolanya bisa menjadi rumah kedua bagi anak-anak untuk berekspresi di bidang seni, budaya membaca dan menulis atau literasi. “Kami berharap, dengan upaya ini bisa turut membentuk generasi muda yang mumpuni”, pungkasnya. (Koko Triarko)