BANDUNG — Sambal atau sambel biasa dijadikan pelengkap makanan untuk merasakan sensasi pedas di lidah dan menambah selera makan. Di Indonesia ada banyak jenis sambal, diantaranya sambal bajak, dabu-dabu, maupun sambal goang.
Seorang Ibu rumah tangga asal Kota Bandung, Rofiqoh Djawas, paham betul bahwa masyarakat Indonesia banyak yang menggemari makanan pedas. Ia merasa perlu membuat sambal yang berbeda dengan yang telah dijual di pasaran.
Sepuluh tahun lalu, tepatnya tahun 2006, Rofiqoh membuat produk Sambel Keju Tjap Ambu yang memadukan rasa Indonesia dan Italia. Seperti apa?
“Aku pertama lihat survey, banyak yang menjual sambel tapi rata-rata semua mirip, makanya coba bikin yang berbeda,” ujar Rofiqoh kepada Cendananews, Minggu (30/5/2016).
Keju memang menjadi bahan dasar dari sambal buatannya. Selain itu, dia menggunakan rempah khas negara Itali yakni oregano, agar wangi dan diyakni juga bermanfaat untuk kesehatan.
“Terus kalau cabai rawit, saya memilih cabai rawit manado karena itu yang pedasnya pas,” katanya.
Berbeda dengan sambal lainnya, yang memang dibuat dengan cara diulek dan digoreng. Pembuatan Sambel Keju Tjap Ambu ini dibuat melalui proses pembakaran menggunakan tungku.
“Kalau rasanya ada yang original, terus ada yang medium sama ekstra hot,” ujarnya.
Menurutnya, Sambel Keju ini sangat pas bila dimakan dengan nasi, ketan kukus, mie goreng maupun mie rebus. Ia membanderol produknya ini dengan harga Rp. 60 ribu untuk satu botol. Sementara
untuk reseller hanya Rp. 55 ribu, dengan syarat order minimal 24 botol.
“Kalau yang beli sekarang sudah sampai keluar (Pulau Jawa). Bahkan di Papua juha ada yang pesan,” ujarnya seraya menyebut penjualan masih memanfaatkan jejaring sosial.
Dalam satu hari ia baru bisa memproduksi 100 botol, dengan mengandalkan empat tungku. Menurutnya inovasi dalam usaha di bidang kuliner memang perlu dilakukan. Namun pada awalnya, resep Sambel Keju ini didapatkan dari proses coba-coba.
“Awalnya Aku jualan kue keju sebenarnya, tapi persaingannya memang ketat. Lalu iseng-iseng bikin sambel keju ini, tapi hanya buat dikonsumsi pribadi dan dibagiin ke temen-temen,” kenang Rofiqoh.(Rianto Nudiansyah)