MINGGU, 29 MEI 2016
SUMENEP — Kerusakan di Desa Lebbeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dikeluhkan oleh masyarakat daerah setempat, pasalnya jalan poros desa yang sudah lama rusak tak kunjung diperbaiki. Sehingga menghambat terhadap aktifitas perekonomian masyarakat yang tinggal di desa tersebut.
![]() |
| Suasana warga sedang melintas di jalan poros desa yang rusak parah. |
Poros jalan desa yang menghubungkan antar kecamatan mengalami kerusakan sekitar sepuluh tahun, tetapi hingga sekarang masih belum ada perhatian dari pemerintah daerah. Padahal itu merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian, akibatnya tak jarang pengendara terjatuh akibat jalan licin yang sudah aspalnya mengelupas.
“Jalan poros desa ini sudah lama rusak, namun tidak kunjung diperbaiki, sehingga warga yang melintas seringkali mengeluh, apalagi pada saat turun hujan, karena jalan tersebut licin. Seharusnya pemerintah memperhatikan kondisi jalan yang rusak ini, kasian masyarakat,” kata Ahmad Saei, salah seorang Tokoh Masyarakat di Desa Lebbeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Minggu (29/5/2016).
Disebutkan, bahwa jalan poros desa yang mengalami kerusakan cukup parah tidaklah sedikit, tetapi panjangnya sekitar kurang lebih 5 Kilometer. Saat ini kebanyakan sudah berlubang dan batunya mulai keluar akibat aspal yang ada mengelupas, sehingga para pengendara yang melintas harus berhati-hati agar tidak terjatuh.
“Ketika turun hujan tak jarang warga yang melintas terjatuh, sebab jalan itu sudah licin dan batunya sudah bermunculan, namun tetap saja dibiarkan tanpa ada perbaikan. Makanya semakin lama kerusakan jalan poros desa tersebut tambah parah,” jelasnya.
Kerusakan jalan poros desa yang kian parah membuat masyarakat merasa terisolasi dan sangat sulit untuk bepergian jauh, karena sangat susah dilalui kendaraan bermotor, apalagi pada saat sedang turun hujan yang sepanjang jalan tergenang air dan lumpur. Tetapi impian masyarakat untuk memiliki jalan bagus masih seperti jauh dari harapan, karena sampai sekarang jalan itu tetap dibiarkan rusak parah.
“Seharusnya pemerintah memperhatikan kerusakan jalan ini, bagaimana jangan sampai terus dibiarkan rusak. Kami selaku masyarakat desa ingin juga menikmati jalan bagus, agar perekonomian bisa berjalan lancar,” pungkasnya.(M. Fahrul)