SENIN, 2 MEI 2016
SURABAYA — Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menghimbau bunda Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Taman Kanak-Kanak (TK) dapat meningkatkan pelatihan saraf motorik anak. Hal tersebut ditujukan agar anak lebih telaten, giat dan rajin.

“Latih anak untuk membuka menutup kancing baju, kalau lancar ganti dengan materi lain,” ujarnya ditengah sambutan peluncuran ‘Kampunge Arek Suroboyo’ di Graha Sawunggaling Surabaya, Senin (2/5/2016).
Risma (sapaan akrab Tri Rismaharini) bahkan mencontohkan anak-anak Balita di Belanda diajarkan mengurai kabel yang ruwet untuk dirapikan sesuai warnanya. Hasilnya bangunan yang ada di Belanda lebih terlihat lebih rapi.
“Karena disana saraf motorik halusnya diajarkan sejak dini, jadi saat usia dewasa dalam mengerjakan sesuatu itu telaten dan hasilnya bagus,” terangnya.
Selain mengingatkan pentingnya melatih saraf motorik, Risma juga mengingatkan pentingnya melatih otak kanan dan kiri anak agar seimbang dengan cara memberikan bahan bacaan dan kegiatan di luar rumah yang banyak.
“Membaca buku dan olahraga itu kuncinya, anak suka apa langsung difasilitasi. Misal suka sepak bola ya diarahkan ke kelompok sepakbola,” tukasnya.
Karena, masih menurut Risma, anak-anak yang mendapatkan perhatian dari orang tuanya sesuai dengan minat dan bakat pasti terhindar dari pengaruh negatif yang berkembang saat ini. Apalagi pengaruh negatif dari adanya kemajuan informasi teknologi yang tidak bisa dibendung lagi.
“Sebagai orang tua saja kita kalah mengantisipasi pengaruh negatif yang masuk ke dalam anak kita. Kita harus fasilitasi anak-anak semaksimal mungkin terutama minat dan bakatnya,” pungkasnya.[Charolin Pebrianti]