Anak-Anak Kampung Luar Batang Tetap Asyik Bermain di Tempat Pengungsian

SENIN, 2 MEI 2016

JAKARTA — Ada pemandangan yang berbeda, saat Cendana News mengunjungi lokasi tempat pengungsian sementara sebagian warga masyarakat Kampung Akuarium Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Meski mereka menjalani kehidupan sehari-hari sebagai “Manusia Perahu” yang serba kekurangan, namun mereka mencoba berusaha untuk tetap sabar menjalaninya.
Pantauan Cendana News, Senin siang (2/5/2016), tampak terlihat beberapa anak-anak perempuan dan laki-laki yang sebaya sedang asyik bermain dengan hanya beralaskan kasur bekas di dekat perahu yang kini berubah fungsi menjadi tempat tinggal mereka untuk sementara waktu. Anak-anak yang mayoritas masih berusia di bawah 10 tahun tersebut bermain sembari bercanda riang tertawa bersama teman-teman lainnya, mereka seakan tidak ambil pusing dengan nasib yang dialami keluarga dan orang tua mereka masing-masing yang hidup dalam keterbatasan dan serba kekurangan.
Sejak rumah tempat tinggal mereka digusur, hampir semua anak-anak tersebut untuk sementara waktu berhenti dan tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolahnya masing-masing. Salah satunya karena kesulitan tempat belajar akibat keterbatasan sarana dan prasanara pendukung, selain itu juga dipengaruhi  faktor keadaan orang tua mereka masing-masing yang hidup dengan penuh keterbatasan. Padahal kebutuhan akan pendidikan yang layak sangat diperlukan untuk demi mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik kelak di kemudian hari.
Tentu saja disini peran serta dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sangat diperlukan bagai aman mencari solusi agar anak-anak yang terdampak menjadi korban penggusuran tetap bisa melanjutkan pendidikan di bangku sekolah. Hal ini sangatlah penting, hidup mereka masih panjang dan kesempatan anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik dari kedua orang tuanya sangat terbuka lebar. Jangan sampai belenggu lingkaran setan “kemiskinan” akan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya.
Riyan, seorang anak laki-laki yang sedang asyik bermain di sekitar lokasi pengungsian Luar Batang Batang mengatakan “saya tadi sedang bermain petak umpet bersama teman-teman, sekarang lagi istirahat dulu karena kecapekan.
“Entar kalau capek nya hilang mau main layang-layang, kalau sore hari biasanya anginnya kencang, sehingga dapat dengan mudah menerbangkan layang-layang,” terangnya saat ditemui Cendana News, Senin (2/5/2016).[Eko Sulestyono]
Lihat juga...