SABTU, 28 MEI 2016
SOLO — Ratusan pebalap dan pecinta olah raga trabas mototrail dari berbagai daerah, mengikuti kejuaraan lomba ketangkasan motor trail. Lomba yang digelar di sirkuit kali Kebo, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, dikemas dalam even Solo Enduro Cross.

Ketua Even Solo Enduro Cross, Sutarno mengatakan kejuaraan yang digelar Solo Scrambel Club atau SSC ini merupakan even baru dan masih jarang dipertandingkan di Indonesia. “Di solo sendiri lomba bagi pecinta trabas baru pertama kali digelar. Even perdana ketangkasan motor trail ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu ini,” ujar Sutarto kepada Cendana News, Sabtu (28/5/16).
Sekitar 100-an pembalap ikut ambil bagian dalam yang memperebutkan tujuh kategori tersebut. Menurut Sutarno, lomba ini adalah salah satu cabang olahraga motocross, yang memadukan unsur kompetisi dan ketangkasan dalam mengendari motor trail, dengan sirkuit yang penuh halang rintang. “Baik track alam maupun track buatan, kebanyakan peserta merupakan crosser yang menyukai kegiatan trabas adventure, namun kali ini mereka harus berkompetisi melalui sulitnya rintangan,” jelasnya.
Selain persiapan fisik dan ketangguhan mesin, pembalap endurocross juga dituntut konsentrasi dan ketenangan. Ini karena banyaknya rintangan dan halangan membuat tak sedikit pembalap yang harus jatuh bangun, baik di jalur kumbangan lumpur maupun di track yang menanjak. “Sehingga pembalap dituntut lebih konsentrasin agar tidak menabrak pembalap lain yang terjatuh,” ungkapnya.
Ditambahkan Sutarno, halang rintang kali ini, penitia menyediakan track-track yang cukup ekstrim. Antara lain jalur tanjakan dengan kubangan lumpur, turunan tajam, rintang ban, terjang bambu, dan lain sebagainya.
Sementara itu, Salah satu peserta, Yedi Nugraha mengaku jalur yang disediakan panitia cukup menantang. Tak jarang banyak peserta yang terjatuh saat melalui halang rintang. “Track yang disediakan cukup ekstrim, sangat menantang. Ini yang membuat para peserta harus pandai-pandai mengatur ritme laju motor,” paparnya.
Meskipun enduro cross belum sepopuler cabang olahraga motocross lainnya, namun sudah sangat populer di luar negeri. Pecinta endurocross yang tidak memiliki track alam, akhirnya membuat sendiri track endurocross. Bahkan mereka melakukan perlombaan didalam gedung. Dan kali ini mulai dipopulerkan di Indonesia seiring banyaknya animo para pecinta mototrail yang menyukai jenis olah raga trabas tersebut. (Harun Alrosid)