Musim Paceklik Tak Kunjung Usai, Nelayan di Sumenep Manfaatkan Waktu untuk Perbaiki Peralatan Perahu
SABTU, 28 MEI 2016
SUMENEP — Musim paceklik yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat para nelayan mulai gelisah, sehingga ia memanfaatkan waktu memperbaiki peralatan perahu. Pasalnya jika musim ikan seringkali para nelayan tidak memiliki waktu memperbaiki berbagai peralatan yang hampir rusak, karena setiap hari hanya berada diatas perahu melakukan aktifitas penangkapan ikan.
![]() |
| Nelayan sedang memperbaiki berbagai peralatan perahu. |
Kondisi musim paceklik di ujung timur Pulau Madura ini sudah terjadi hampir satu bulan, aktifitas nelayan lumpuh total, sehingga perahu hanya ditambatkan di pinggir laut. Tetapi kebanyakan nelayan meluangkan waktunya untuk memperbaiki berbagai peralatan perahu, bahkan ada juga yang memperbaiki alat tangkap, agar ketika nanti kembali melaut peralatan yang digunakan dalam kondisi baik-baik saja.
“Sekarang ini kan masih belum ada kerjaan, jadi kebanyakan nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki berbagai peralatan perahu. Karena mumpung masih belum ada aktifitas melaut,” kata Moh. Rafik (35) salah seorang nelayan di Kabupaten Sumenep, Sabtu (28/5/2016).
Disebutkan, bahwa apabila musim paceklik seperti ini kebanyakan nelayan yang ada di daerah ini mulai kebingungan, sebab mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan. Sehingga untuk beralih mencari pekerjaan lain merasa kesulitan akibat terbatasnya keterampilan yang dimiliki, sedangkan nelayan yang memiliki keterampilan bisa mencari pekerjaan alternatif agar bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Ya kebanyakan nelayan menganggur ketika kondisi seperti ini, karena tidak ada pilihan pekerjaan lain. Makanya kami memanfaatkan waktu ini untuk memperbaiki peralatan perahu saja, biar tidak merasa jenuh,” jelasnya.
Para nelayan masih belum bisa memprediksi sampai kapan musim paceklik ini akan berakhir, mereka hanya pasrah dan berdoa saja agar musim paceklik tersebut segera usai. Supaya nanti para nelayan bisa kembali melakukan aktifitas penangkapan ikan, sebab jika hal itu terjadi dalam waktu lama, kemungkinan besar mereka yang hanya bermata pencaharian menangkap ikan terpaksa menjual barang-barang berharga yang dimiliki guna memenuhi kebutuhan hidup selain tidak melaut. (M. Fahrul) ?