RABU, 18 MEI 2016
LARANTUKA — Iring-iringan rombongan yang diikuti 97 mobil yang memuat para pembalap sebanyak 201 orang dari 17 negara peserta Tour de Flores yang tiba di Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur disapa secara adat oleh tetua adat Magnus Koten dalam bahasa Lamaholot dan penerimaan oleh Tonce Balun. Usai sapaan adat pembalap disuguhi sirih pinang dan arak.

Usai sapaan adat para peseta disambut tarian Lian Naman dari desa karim Lama Lou Adonara. Tarian ini merupakan penghormatan, tarian penyambutan bagi tamu kehormatan.
“Budaya Lamaholot setiap tamu harus disuguhi sirih pinang dan arak baru dikalungi selendang,” ujar Anastasi Maran.
Anastasia Maran warga Larantuka yang ditemui Cendana News di lokasi penyambutan menjelaskan, ratusan warga Larantuka sudah memadati areal sepanjang jalan di sekitar pelabuhan feri Waibalun sejak siang hari.
“Kami senang adanya kegiatan ini. Kami dari jam 13.30 wita berada disini tetapi karena pembalap belum datang kami kembal dahulu ke rumah dan sore ke sini lagi,” sebut Anastasia.
Disaksikan Cendana News, usai seremonial adat perwakilan peserta dikalungi selendang oleh Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur, Uskup Larantuka, Kapolres Sikka, Dandim 1624 Flotim, Kepala Pengadilan Negeri Larantuka dan Kepala Kejaksaan Negeri Larantuka.
Sepanjang jalan dari Waibalun menuju lokasi jamuan makan malam di hotel sejauh sekitar 10 kilometer terlihat masyarakat antusias berdiri di sepanjang jalan. Umbul-umbul pun terpasang di sepanjang jalan menambah semaraknya kota mungil diujung timur pulau Flores ini.
[Ebed De Rosary]