Nani Mendulang Rupiah dari Sampah Sisa Pendemo

MINGGU, 1 MEI 2016

BANDUNG — Bertepatan dengan Hari Buruh, ribuan massa dari berbagai organisasi tumplek di depan Gedung Sate, Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Minggu (1/5/2016).
Ditengah aksi mereka, tampak Nani Suryani (49) fokus memperhatikan setiap sudut, untuk memungut satu persatu botol air kemasan sisa para pendemo. Sebagai pemulung, wanita asal Ciamis, Jawa Barat ini memanfaatkan betul situasi demo untuk meraih pundi rupiah.
“Senang, hari ini saya dapat banyak. Hasilnya mungkin cukup untuk makan tiga hari,” ujar Nani kepada Cendana News, di lokasi.
Untuk satu kilogram botol air kemasan dia menjual kepada pengepul seharga Rp. 2.500. Dia memperkirakan mendapatkan 14 kilogram di hari May Day ini.
“Biasanya hasil segini itu  baru bisa didapat sekitar 3 atau 4 hari. Tapi sekarang sehari sudah dapat, bersyukur sekali,” ungkap ibu dua orang anak ini.
Nani mengaku baru sekitar satu tahun menjadi pemulung. Awalnya, dia memiliki kios di pinggir jalan, hanya saja digusur sebab dinilai menyalahi aturan kota. 
“Jadi pemulung juga enggak apa-apa, yang namanya rakyat kecil, ya asal enggak nyuri saja apapun dilakukan,” ucapnya.
Dia katakan, suaminya pun semula berprofesi sebagai pemulung, semenjak kios miliknya ditertibkan. Hanya saja kini sering sakit-sakitan, sebab profesi ini dituntut berhadapan langsung dengan sampah. Karena itu, kini Nani yang menjadi tulang punggung keluarga, dibantu oleh suaminya sekali-kali.
“Biasanya saya mulai memulung jam enam, sampai sore jam tiga. Harus mau tahan malu kalau jadi pemulung itu. Yah bagaimana lagi, saya memang tidak ada mata pencaharian lain. Anak-anak juga belum ada yang sukses,” tukas wanita yang mengaku terpaksa tinggal di Masjid Pudai, Jalan Supratman, Kota Bandung ini.[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...