Meski Belum Maksimal, Kodim 1603 Sikka Siap Sukseskan Swasembada Beras

JUMAT, 13 MEI 2016

MAUMERE — Kodim 1603 Sikka siap bekerja sama bersama dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Sikka dalam menyukseskan program swasemda pangan tahun 2017. Sejak ditandatangani MOU antara panlima TNI bersama menteri Pertanian, segenap Babinsa dan aparat Kodim 1603 Sikka ditugaskan untuk bekerja bersama PPL dan petani untuk mencapai hasil produksi yang maksimal.
Demikian dikatakan Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf.Abdullah Jamali,Sip saat ditemui Cendana News, Jumat (13/5/2016). Dikatakan Abdullah, segenap aparat Kodim 1603 Sikka khusunya Babinsa diterjunkan ke lapangan sejak tahun 2015.
 “Kami siap sukseskan program ini meski di lapangan hampir tidak ada kendala,” ujarnya. 
Babinsa yang bertugas di lapangan tambah Abdullah, hampir semua tidak menemukan kendala dimana bagi aparat TNI halangan dan rintangan yang ada di depan mata dijadikan peluang serta teman untuk diatasi demi tercapainya tujuan.
Kodim 1603 pun mendapat 10 unit hand tracktor yang sudah ada di Makodim Sikka untuk kegiatan cetak sawah di kabupaten Sikka. Ditargetkan akan dibuka areal sawah baru seluas sekitar 35 hektar.
Terkait Upsus (upaya khusus) khususnya Pajale (padi, jagung dan kedelai) di kabupaten Sikka jelas Abdullah, memang masih belum maksimal karena jumlah luas tanam dan produktifitas padi belum mencapai sasaran.
Selain itu, target serap gabah petani untuk provinsi NTT sebesar 150 ribu ton belum tercapai, tidak seperti di wilayah lain.
“Di provinsi NTT bulog membeli harga gabah atau beras di bawah harga yang dibeli tengkulak,” ungkapnya.
Abdullah yakin personilnya akan bekerja maksimal di lapangan dan selam setahun lebih berjalan, hasil evaluasi yang dilakukan sudah terlihat adanya peningkatan.
Kabid Tanaman Pangan dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Sikka, Kanisius P.E Togo kepada Cendana News mengakui, adanya kerjasama antara pihaknya dengan personil Kodim 1603 Sikka sangat membantu.
“Para petani dan PPL lebih giat bekerja karena ada Babinsa yang mendorong dan memantau hasil kerja mereka,” kata Kanis.
Kanis optimis jika kerjassama ini terus berlanjut, swasembada pangan yang dicita-citakan bisa tercapai. Memang target produksi masih belum memenuhi karena iklim di Sikka dan NTT tidak menentu.
“Banyak sawah yang merupakan sawah tadah hujan dan masih minimnya sumber air serta keterbatasan sumur pompa yang dipakai untuk mengairi sawah saat kemarau,” terang Kanis.
Kanis berharap agar pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian bisa membantu alat dan mesin pertanian untuk menunjang oeningkatan produktiftas.Selain itu diperlukan pompa-pompa air dan ketersedian pupuk yang memadai.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...