JUMAT, 27 MEI 2016
AMBON — Masyarakat Tayando Kecamatan Tayando Tam Kota Tual Provinsi Maluku hingga kini terus mengembangkan sekaligus melestarikan industri lokal berupa aneka kerajinan. Karya khas masyarakat suku Kei atau Evav itu antara lain, kursi, meja, piring, topi dan tas. Bahan-bahan baku hingga dibuat jadi dari kayu.

Untuk kursi dan meja dari pohon kelapa, piring dibuat dari sapu lidi, topi dan tas dibuat dari daun pandan. Sedangkan pot bunga dibuat dari pohon bakau yang sudah mati. Tanaman dalam pot bunga itu sendiri yang tumbuh di bebatuan. Dijual dengan harga variatif. Untuk pot bunga per buah dijual dari lima ratus sampe lima juta rupiah.
“Kerajianan ini hasil karya masyarakat desa Yamtel Ramadan Tayando Tam. Sudah turun temurun,” jelas Jamal Renhoat, Camat Tayando Tam kepada Cendana News Jumat (27/5/2016).
Menurutnya, pemerintah tetap akan berupaya mendorong masyarakat setempat untuk mengembangkan usaha kerajinan khas yang sudah digeluti turun temurun itu.
“Kreativitas berupa kerajinan masyarakat ini sudah sepatutnya didorong agar mereka tetap hidup dan memutus stigma malas yang selama ini melekat pada masyarakat kita,” tuturnya.
Prinsipnya, sambung Jamal Renhoat, selaku abdi negara dirinya mengapresiasikan karya lokal masyarakat setempat.

Ia berharap, masyarakat terus mengembangkan usaha kerajinan mereka. “Bukan hanya menambah pundi-pundi pendapatan masyarakat atau kelompok usaha lokal, tapi bisa dikenal bukan hanya di Tual Maluku Tenggara, tapi hingga nasional maupun global,” pungkasnya.
[Samad Vanath Sallatalohy]