Masyarakat Pertahankan Embung untuk Berbagai Kebutuhan

MINGGU, 29 MEI 2016

LAMPUNG — Kelompok tani di wilayah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan memanfaatan embung untuk peningkatan produktifitas pertanian di kawasan yang sulit terjangkau air irigasi. 
Salah satu petani di wilayah Kecamatan Palas, Mistun (56) bahkan memanfaatkannya sebagai sarana untuk melakukan penyiraman tanaman jeruk saat terjadi kesulitan sumber pasokan air. Sementara petani lain memanfaatkan untuk penanaman padi serta memelihara ikan di pinggir embung yang mencapai luas satu hektar lebih tersebut.
Mistun mengaku di daerah dengan tanah padas membuat pasokan air untuk lahan pertanian lebih sulit terutama proses pembuatan sumur sehingga ia menggunakan sistem pompanisasi menggunakan mesin pompa. Pompa yang digunakan mengalirkan air ke penampungan dimanfaatkan selanjutnya untuk menyirami ratusan tanaman jeruk dan padi darat jenis gogo rancah.
“Puluhan tahun kami memanfaatkan embung sebagai sumber pasokan air yang digunakan untuk lahan pertanian dan memelihara ikan, maka embung terus kami pertahankan”ungkap Mistun kepada Cendana News, di kebun miliknya, Minggu (29/5/2016).
Proses penyiraman menggunakan selang dilakukan setelah air dari embung disalurkan melalui bak penampungan. Beberapa hektar lahan pertanian lain di sekitar embung bergantung pada air yang disediakan embung tersebut bahkan sebagian untuk memberi minum ternak.
Embung tersebut bahkan menurut Mistun telah memberi penghidupan bagi petani selama beberapa tahun terutama saat musim kemarau kondisi embung masih bisa menampung air kebutuhan pertanian masyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Joni mengungkapkan, keberadaan embung tersebut merupakan murni upaya masyarakat dengan adanya potensi mata air serta kontur tanah yang cocok sehingga dipertahankan. Embung alami tersebut bahkan mulai diperbaiki dengan semi permanen dengan peninggian tanggul untuk menampung lebih banyak air.
“Secara kebetulan embung yang ada di wilayah kami berada pada lahan dengan tipe tanah liat atau lempung yang berada di cekungan sehingga bisa menampung lebih banyak air,”ungkapnya.
Pentingnya embung bagi usaha pertanian,perkebunan,peternakan membuat warga berharap anggaran dana desa bisa digelontorkan sebagian untuk perbaikan embung yang swadaya dibuat oleh masyarakat. Perbaikan embung terutama akan dilakukan pada bagian tanggul serta pengerukan dasar tanggul menggunakan alat berat sehingga proses pendangkalan bisa dikurangi akibat material tanah yang menumpuk di dasar embung.
Menurut Joni, embung yang saat ini dimanfaatkan masyarakat memiliki kedalaman sekitar 3 meter dan pada bagian tengah ia berharap pihak terkait bisa melakukan pendalaman. Sebab keberadaan embung bagi masyarakat di wilayah tersebut telah menopang sektor pertanian bahkan saat musim kemarau panjang.
[Henk Widi]
Lihat juga...