KWT Sri Rejeki Sleman Kembangkan Varietas Buah Apel India

SELASA, 10 MEI 2016

YOGYAKARTA—Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki, Dusun Nganggrung, Margoagung, Seyegan, Sleman, mengembangkan varietas buah Apel India dan Jambu Mawar Jumbo. Dua varietas tersebut dinilai potensial meningkatkan penghasilan, karena bisa berbuah tanpa kenal musim.


Komoditi hortikultura seperti buah-buahan dan sayuran, kini semakin disadari sebagai peluang meraih penghasilan tambahan. Bahkan, hasil dari bidang pertanian buah dan tanaman adakalanya justru melebihi penghasilan pokok bagi warga desa.
Ketua KWT Sri Rejeki, Sunartiyah ditemui Selasa (10/5/2016), mengatakan, sejak beberapa bulan ini ia menggerakkan warga anggotanya yang berjumlah 42 orang untuk mencoba membudidayakan buah Apel India dan Jambu Mawar Jumbo. Dengan dana anggaran swadaya dari iuran anggota, Sunartiyah mengadakan bibit buah Apel India dan Jambu Mawar Jumbo untuk ditanam di pekarangan rumah warga masing-masing.
Warga dibebaskan memilih,  akan menanam apel atau jambu. Dengan cara itu, kata Sunartiyah, warga ibu-ibu tergerak dan mau bercocok-tanam dengan harapan bisa menambah penghasilan. Namun demikian, dari dua varietas buah tersebut, hanya Apel India saja yang berhasil dibudidaya. 
“Mungkin karena faktor iklim atau tanah yang tidak cocok sehingga jambu mawar jumbo kurang bagus hasilnya”, ungkapnya.
Lebih jauh dijelaskan Sunartiyah, varietas buah apel india memang masih tergolong baru. Bahkan, di Indonesia belum ada. Padahal, buah apel india itu sangat potensial dan menguntungkan. Pasalnya, buah apel india bisa ditanam di polybag atau pot, sehingga tetap bisa dibudidayakan di pekarangan yang sempit.
Selain itu, apel india bisa berbuah di setiap musim. Bahkan, di usia 6 bulan dengan tinggi pohon sekitar 1 meter sudah berbuah. Dengan harga bibit usia 6 bulan sebesar Rp. 50.000, dan terus bisa berbuah sepanjang musim, katanya, apel india sangat potensial secara ekonomi. Apalagi, harga jual buah apel india yang berbentuk dan berwarna mirip apel malang, yaitu hijau kekuningan, cukup mahal, yakni Rp. 22.000 perkilogramnya. Dan, hanya dari tiga pohon, bisa menghasilkan sebanyak 5-10 kilogram buah.
Sementara itu, hampir tidak ada kendala untuk membudidayakan buah apel india. Hanya perlu penyiraman air yang itu pun tidak setiap hari dan pemberian pupuk kandang. Jika sudah terlihat subur daunnya, namun belum berbuah, pemberian pupuk NPK akan memacu pertumbuhan buahnya. “Satu-satunya kendala adalah serangan ulat. Kalau sudah parah harus dilalukan penyemprotan”, pungkasnya. (Koko)
Lihat juga...