SELASA, 24 MEI 2016
Aceh—Akibat dilanda kekeringan, warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, mengalami krisis air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari warga berbondong-bondong ambil air di sungai yang terdapat di kecamatan tersebut.

“Selama ini kami selalu mengambil air ke sungai untuk mandi sama mencuci. Sudah hampir 4 bulan kalau tidak salah hampir semua sumur di desa kami tidak ada air,” ujar T. Faisal, salah seorang pemuda Desa Ara Ton Ton, Pirak Timu, kepada Cendana News, Selasa (24/5/2016).
Hampir setiap sore hari kata Faisal, ia beserta warga-warga dari berbagai desa lainnya di Kecamatan Pirak Timu, ramai-ramai mengambil air di sungai tersebut. Satu orang warga katanya membawa minimal 2 sampai 8 buah jeriken.
Menurut Faisal, krisis air sudah menjadi hal yang biasa di kecamatan tempatnya tinggal. Setiap tahun, daerahnya selalu dilanda kekeringan dan krisis air bersih. Terlebih, saat terjadi musim kemarau berkepanjangan.
Ia menambahkan, saat puncak musim kemarau tiba, sungai yang dijadikan warga sebagai tempat untuk mendapatkan air tersebut ikut kering. Bahkan, katanya warga hingga memanfaatkan batang tanaman pisang untuk memperoleh air.
“Ada warga yang sampai potong pohon pisang biar dapat air, kemudian batangnya digunakan untuk tahan air kalau ada hujan. Selebihnya, kalau warga yang punya uang ya membeli air, selain untuk minum juga beli untuk mandi dan mencuci,” katanya.
Ia berharap, pemerintah turun tangan membantu warga. Menurutnya pemuda yang juga ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, tersebut, warga membutuhkan solusi seperti tempat penampungan air.
“Harapan kami warga disini dibuatkan tempat penampungan air, minimal satu desa satu tempat penampungan air, agar warga bisa mendapatkan air bersih baik diisi oleh mobil secara swadaya oleh warga maupun dari menampung air hujan,” pungkasnya.