SELASA, 3 MEI 2016
SURABAYA – Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), tidak hanya memperhatikan kesejahteraan satwa. Tapi pengelolaan beretika pun perlu diperhatikan.

Pengelolaan beretika seperti pemenuhan nutrisi yang tepat, ornamen kandang yang berestetika serta akses air minum yang mudah, tentu dibutuhkan oleh setiap satwa. Sehingga diharapkan satwa dapat merasa bahagia, aman dan nyaman. Selain itu taraf hidup satwa bisa lebih lama.
Melihat permasalahan tersebut, PDTS KBS berencana menggelar seminar ‘Strategi Pengelolaan KBS’ dengan judul ‘Menuju Pengelolaan Beretika dan Berkesejahteraan Satwa’ pada hari Senin (9/5/2016) mendatang di ruang Sawunggaling Gedung Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya.
Hal ini dilakukan agar setiap elemen bisa memberikan kontribusi aktif dengan cara sumbangsih saran. Baik dari kementerian, pemerintah daerah maupun masyarakat pemerhati satwa.
Pjs. Direktur Utama (Dirut) PDTS KBS, Aschta Boestani Tajudin menjelaskan, seminar nantinya akan dibahas mengenai evaluasi dalam pengelolaan kebun binatang secara umum, juga membahas satwa yang surplus (kelebihan) dan single (sendiri) serta terkait Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pengelola.
“Ini bentuk diskusi dengan kementerian, harap langkah manajemen di sosialisasikan melalui pelatihan dengan melibatkan masyarakat,” ujarnya saat ditemui dalam acara ‘Pra Konferensi Pers Seminar Strategi Pengelolaan KBS’ di KBS, Selasa (3/5/2016).
Menurut Aschta, sosialisasi dengan cara seminar ini penting agar masyarakat paham seperti apa posisi KBS saat ini, permasalahan apa yang tengah dihadapi. Dan bagaimana jalan keluar yang harus dilakukan oleh KBS.
“Supaya permasalahan cepat selesai, tidak ada lagi istilahnya ‘kongkalikong’ antara pihak A dan pihak B,” cakapnya.
Tujuan diadakannya seminar pembenahan KBS agar manajemen populasi dan breeding yaitu untuk mensosialisasikan langkah-langkah manajemen satwa yang akan dilakukan oleh PDTS KBS berdasarkan prinsip – prinsip kesejahteraan satwa.
Seminar ini akan diikuti peserta dari berbagai kalangan, dengan beberapa narasumber yang akan menjadi pembicara, diantaranya Dr. Ir. Tharir Fathoni, Msc. menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam yang akan menjadi pembicara utama.
Dan beberapa narasumber lain, diantaranya Ir. Bambang Dahono MS. menjabat sebagai Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Prof. D. Rosichon Ubaidillah, MPhill. menjabat sebagai Lembaga Pengetahuan Indonesia, Dr. drh. Wiwik Bagja menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat, Persatuan Dokter Hewan Indonesia, Dr..drh. Ligaya Tumbelaka, SpMP,.MSc. dari Institut Pertanian Bogor, Aschta Boestani Tajudin sebagai Pjs. Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya.
“Dari semua lini akan kami bahas supaya KBS selama 30 tahun kedepan memiliki nilai jual yang lebih karena ketersediaan jenis satwa yang banyak,” pungkasnya. (Charolin Pebrianti).