Akademisi: Selamatkan Terumbu Karang, Hentikan Reklamasi Manado

SELASA, 3 MEI 2016

MANADO — Akademisi dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Winda Mercedes Mingkid menegaskan, untuk menyelematkan terumbu karang yang ada di pesisir pantai Manado hingga di kawasan taman nasional Bunaken harus dilakukan dengan cara memberhentikan reklamasi yang saat ini masih berlangsung, sampai ada kajian mendalam dari semua pihak yang terlibat.
Menurut Mingkid diskusi publik Smart Government yang diadakan di kafe 178 dengan teman “Selamatkan Terumbu Karang Dan Stop Sampah Pelastik”, faktor utama rusaknya terumbu karang karena adanya reklamasi yang sudah terjadi di kawasan pesisir pantai Manado hingga ke kawasan wisata. Hal tersebut menyebabkan pelestarian dan perkembangan terumbu karang terhambat karena adanya penimbunan material yang tidak melihat terumbu karang di dasar laut yang sangat indah.
“Memang reklamasi untuk bisnis bisa menguntungkan tapi kalau tidak dilakukan dengan kajian mendalam maka berdampak pada rusaknya terumbu karang,” tegasnya.
Wingkid menambahkan, penggunaan sampah pelastik juga menjadi pemicu rusaknya terumbu karang, karena itu stop sampah pelastik dan jangan buang sampah sembarangan, terutama di kawasan wisata dan pantai agar karang yang masih bagus bisa bertumbuh dengan baik.
“Pulau Bunaken memang penuh dengan sampah pelastik, namun kalau kesadaran dari masyarakat tinggi dibantu dengan program pemerintah bersih-besih pantai, maka kita bisa melakukan terumbu karang atau Save Bunaken, sehingga bisa dinikmati hingga anak cucu kita,” kata pakar lingkungan yang mengambil gelar Doktor di Negeri Sakura Jepang ini.[Ishak Kusrant] 
Lihat juga...