Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Sumenep Terus Meningkat

SELASA, 10 MEI 2016

SUMENEP—Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan yang cukup drastis. Sehingga kejadian yang mulai mengkhawatirkan tersebut harus menjadi perhatian semua pihak, agar kedepan kekerasan maupun pelecehan seksual kepada anak dibawah umur tidak seringkali terulang.



Banyaknya kasus kekerasan kepada anak memang perlu mendapat perhatian serius dari para orang tua, agar sejak dini mereka benar-benar mengawasi putra-putrinya dengan ketat, sehingga anak tersebut tidak mudah terpengaruh dengan hal yang mengarah terhadap perlakuan pelecehan seksual. Sebab dengan majunya teknologi juga dapat berdampak buruk prilaku anak.

“Jadi laporan yang masuk ke kami semakin hari tambah meningkat, sehingga kemungkinan besar masih ada kasus pelecehan seksual yang belum dilaporkan secara resmi. Makanya kejadian itu harus menjadi perhatian bersama, agar kedepan hal sama tidak kembali terulang,” kata Linda Mardiana, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, Selasa (10/5/2016).

Disebutkan, bahwa tingginya kejadian kekerasan seksual terhadap anak yang sudah memprihatinkan mulai menjadi ancaman di tengah-tengah masyarakat pada saat ini, makanya perhatian orang tua dan pendidikan agama memang perlu ditingkatkan sejak dini. Sehingga perilaku tidak terpuji tersebut bisa diminimalisir secara maksimal.

“Faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya pelecehan seksual terhadap anak itu adalah kurangnya perhatian orang tua,  jadi memang perlu perketat pengawasan terhadap anak ketika sedang berada dirumah maupun saat bermain bersama teman-temannya, agar mereka tindakan  yang tidak kurang baik,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diterima oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Dan Keluarga Berencana (BPMP-KB), kasus kekerasan seksual terhadap anak sampai bulan Mei 2016 sudah menangani 19 kasus, seperti kasus sodomi dan pemerkosaan yang notabeni korbannya masih anak-anak.

Pihaknya berharap kepada semua pihak ikut bersama-sama mengawasi dan mencegah terjadinya kekeraan seksual terhadap anak. Supaya kasus kekerasan pada perempuan dan anak kedepan tidak semakin meningkat, sebab hal itu tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja, tetapi kepedulian semua pihak akan dapat mencegah tingginya kekerasan seksual tersebut. (M. Fahrul)

Lihat juga...