Jelang Hari Tanpa Tembakau, Petani Tembakau di Sleman Justru Siap Awali Musim Tanam

SENIN, 30 MEI 2016

YOGYAKARTA — Jika hari ini para aktivis menyiapkan berbagai aksi untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau yang akan jatuh pada 31 Mei, namun sebaliknya bagi para petani tembakau. Di akhir bulan Mei ini, para petani tembakau di Indonesia justru sedang menyemai bibit tembakau yang harus mulai ditanam dua minggu lagi. 

Daun tembakau
Tak dipungkiri, jika rokok selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian di seluruh dunia. Karenanya sejak tahun 1987, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau. Dicetuskannya hari tanpa tembakau itu, bertujuan untuk mengurangi kebiasaan merokok.
Namun demikian, berbeda halnya dengan para petani tembakau di Indonesia. Bulan Mei kali ini yang merupakan akhir dari musim penghujan, justru merupakan saat yang tepat untuk menyemai bibit tembakau. Salah satu petani tembakau di Dusun Kledokan, Selomartani, Kalasan, Sleman, Sarijan, ditemui Senin (30/5/2016), mengatakan, jika di akhir bulan ini ia sedang menyiapkan bibit tembakau yang akan ditanam di lahan seluas 5 Hektar. 
Menurut Sarijan, di musim penghabisan hujan ini merupakan saatnya musim tanam tembakau. Harapannya, pada saat menanam bibit tembakau nanti, tanaman tembakau masih akan terkena sedikit hujan yang akan membuat kualitas daunnya sangat bagus. Jika terlalu kering tanpa hujan sama sekali di awal tanam, katanya, tembakau justru akan tidak bagus hasilnya. Namun jika terlalu banyak hujan, juga akan menyebabkan daun tembakau kehilangan  candunya. 
Sementara terkait Hari Tanpa Tembakau, Sarijan mengaku tak keberatan dengan adanya hari tersebut. Kalau memang sudah ada peraturan pemerintah, Sarijan pun tidak akan keberatan. Namun sebagai petani, Sarijan mengaku akan terus menanam tembakau selama pabrik membutuhkannya. Selama ini, lanjut Sarijan, pihaknya telah bekerjasama dengan sebuah pabrik rokok di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Karenanya, jika memang sudah saatnya harus menanam tembakau, Sarijan harus menanamnya untuk memenuhi kebutuhan pabrik.
Diakui Sarijan, musim tanam tembakau nanti diperkirakan akan lebih sulit. Hal ini mengingat musim yang semakin sulit diprediksi. Karena itu, di musim tanam kali ini Sarijan sengaja mengurangi jumlah tanaman tembakaunya. Dari yang semula seluas 10 Hektar menjadi 5 Hektar saja. “Ini juga karena hasil tembakau kemarin kualitasnya di bawah standar. Jadi, ke depan kita harus lebih berhati-hati”. pungkasnya. (koko)
Lihat juga...