Bupati Sumenep Akui Rekrutmen Wirausahawan Muda Terdapat Kesalahan

SENIN, 30 MEI 2016
SUMENEP — Kontroversi program mencetak wirausaha muda yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten, Sumenep, Jawa Timur, selama ini dinilai oleh berbagai kalangan telah mengalami kesalahan mulai terjawab. Pasalnya bupati daerah setempat mengakui bahwa memang terdapat kesalahan, tetapi tidak terlalu tinggi, diperkirakan hanya sekitar 3 persen.
A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep.
Kesalahan terhadap rekrutmen calon pengusaha muda itu diketehui setelah adanya peserta yang masuk seleksi ternyata umurnya diatas 40 tahun, padahal dalam ketentuan yang masuk kategori pemuda sampai berumur 40 tahun. Selain itu juga banyak menilai dalam rekrutmen itu terkesan tertutup, sehingga masyarakat secara luas banyak yang belum mengetahui program unggulan bupati dan wakil bupati ujung timur Pulau Madura ini.
“Memang terdapat kesalahan dalam rekrutmen 1000 wirausahan muda, tetapi itu tidak tinggi, namun hanya sekitar kurang lebih 3 persen yang usianya diatas 40 tahun. Kami sudah mengetahui kesalahan itu, sebab kami punya datanya,” kata A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep, Senin (30/5/2016).
Disebutkan, bahwa dalam pelaksanaan rekrutmen 1000 wirausaha muda yang dilakukan oleh sejumlah dinas di daerah ini memang terdapat kesalahan mengenai umur calon pengusaha muda tersebut, karena yang semestinya tidak masuk seleksi ternyata masuk dengan umur diatas ketentuan. Tetapi kesalahan tersebut merupakan hal biasa, namun itu masih terhitung kecil.
“Jadi dimana setiap kegiatan apapun tidak akan luput dari kesalahan, selama ini kesalahan yang tidak sampai 3 persen itu masih mengalahkan sisanya. Memang yang dicari pasti kesalahan-kesalahan itu oleh beberapa pihak dan terjadi pada saat seleksi dan pendaftaran,” jelasnya.
Oleh karena itu batasan umur dalam program mencetak wiausaha muda memang menjadi acuan, sehingga apabila umur tersebut lebih dari ketentuan, maka tidak lagi disebut wirusahawan muda. Tetapi bisa dikatakan wirausaha tua, karena dengan pelamar yang sudah umurnya tua.
Sejak awal adanya program mencetak wirausaha muda pada tahun 2016 ini sudah menuai kontroversi dari berbagai kalangan masyarakat, pasalnya instansi yang menjalankan program tersebut dinilai tidak professional. Sehingga peluang masyarakat untuk mendaftarkan diri merasa kebingungan akibat minimnya publikasi untuk mengakses informasi. (M.Fahrul)
Lihat juga...