SELASA, 3 MEI 2016
JAKARTA — Aksi unjuk rasa yang melibatkan sekitar 1.000 massa yang mengatasnamakan sebagai warga Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara siang tadi benar-benar memacetkan arus lalu lintas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Praktis salah satu jalan protokol di Ibukota Jakarta tersebut hanya bisa dilalui para pejalan kaki dan pengendara roda 2, sedangkan jenis kendaraan roda empat atau lebih, terpaksa harus mencari jalan alternatif lainnya untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.
Rupanya aksi unjuk rasa warga masyarakat Kampung Luar Batang tersebut membuat bingung konvoi kendaraan yang mengawal mobil dinas Toyota Land Cruiser warna Hiyam yang biasa dinaiki Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Rombongan Patwal tidak bisa memasuki komplek Gedung Balai Kota karena terhalang aksi demonstrasi warga Kampung Luar Batang. Akhirnya mobil patroli dan pengawalan (Patwal) memutuskan masuk melalui pintu belakang lewat Jalan Kebon Sirih, kemudian masuk ke Gedung Balai Kota Jakarta.
Pantauan Cendana News, Selasa siang (3/5/2016), rombongan mobil dinas Gubernur DKI memasuki kompleks Gedung Balai Kota melalui pintu belakang Gefung DPRD Provinsi DKI Jakarta yang akrab dipanggil Ahok tersebut langsung bergegas masuk ke ruangan kerjanya, Ahok bersembunyi dan tidak bersedia menemui perwakilan atau warga masyarakat Kampung Luar Batang yang sedang menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana penertiban dan penggusuran tahap kedua kawasan pemukiman Kampung Luar Batang awal Juni 2016 mendatang.
“Silakan saja kalau warga masyarakat Kampung Luar Batang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota Jakarta untuk menyuarakan aspirasinya, itu hak mereka, yang penting jangan sampai merusak dan bertindak anarkis, namun sekali lagi sikap kita jelas, kalau nanti Rumah Susun sudah siap, kita melanjutkan penertiban dan penggusuran tahap kedua di sekitar Kampung Luar Batang,”kata Basuki Tjahaja Purnama di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2016).
“Ngapain saya harus menemui perwakilan warga masyarakat Luar Batang yang sedang berunjuk rasa, kan semuanya sudah jelas dan telah sesuai dengan prosedur, Pemprov DKI mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah mengingatkan dan telah mengirimkan surat pemberitahuan, bahwa sebagian kawasan Pasar Ikan Luar Batang pasti akan digusur, salah satunya terkait adanya rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di sepanjang pantai utara atau Teluk Jakarta,” pengkasya kepada wartawan.[Eko Sulestyono]