Gunakan ADD, Warung Desa Bumdes Pertama Penuhi Kebutuhan Warga

JUMAT, 27 MEI 2016

LAMPUNG — Warung Desa (Wardes) bagian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pertama dan satu satunya di Kabupaten Lampung Selatan mulai beroperasi memenuhi kebutuhan masyarakat akan keperluan sehari hari. 
Kepala desa Klaten, Joniansah mengungkapkan, pendirian warung desa merupakan langkah nyata dari penggunaan anggaran Dana Desa (DD) yang berguna untuk kepentingan masyarakat pedesaan dalam penyediaan kebutuhan pokok. Keberadaan warung desa pertama di Lampung Selatan tersebut menjadi sebuah terobosan dalam upaya menghindari berdirinya toko waralaba di pedesaan yang berimbas matinya warung warung tradisional.
“Selama ini berdirinya toko waralaba bermodal besar menjadi faktor matinya usaha pemilik toko tradisional dan Desa Klaten merupakan salah satu desa yang memilih membangun warung desa,”terang Joniansah kepada Cendana News, Jumat (27/5/2016).
Warung desa menurutnya dibentuk sebagai bagian dari jenis usaha Bumdes yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat. Berbentuk seperti koperasi dengan menyediakan keperluan sehari hari masyarakat, diantaranya beras, minyak goreng, terigu, kebutuhan dapur serta barang barang kebutuhan masyarakat.
Camat Kecamatan Penengahan, Lukman Hakim mengungkapkan, Bumdes dapat berbentuk berbagai jenis usaha sesuai dengan keadaan desa yang dana operasionalnya bisa dikucurkan dari Dana Desa. Masyarakat di wilayah desa nelayan bisa membentuk jenis usaha jual beli hasil laut serta peralatan nelayan, sementara sektor jasa bisa dibentuk di wilayah desa yang potensial di sektor jasa dengan tahap awal kucuran dana operasional sebesar Rp50juta dari Dana Desa. 
Selain warung desa pengembangan Bumdes dapat berwujud Simpan Pinjam Perempuan (SPP),jual beli alat tulis kantor (ATK),usaha pertanian serta usaha jenis lain.
“Intinya jenis usaha yang dibuat harus bermanfaat bagi masyarakat dimana bumdes tersebut dibentuk karena tujuan utama pemberdayaan masyarakat dengan menjual produk produk asli masyarakat setempat,”ungkapnya.
Warung Desa yang dibangun setelah di Desa Klaten sebagai bagian dari Bumdes di Kecamatan Penengahan tercatat akan segera dibangun di Desa Gayam, Desa Pisang, Desa Tetaan, Desa Pasuruan, Desa Sukabaru dan Desa Sukabaru. Desa desa lain penerima dana desa bahkan akan menyusul usaha tersebut. Pembentukan Bumdes menjadi bagian dari kucuran dana desa sebesar rata rata 800juta di sebanyak 256 desa di Kabupaten Lampung Selatan diantaranya untuk pembangunan infrastruktur jalan serta infrastruktur lain.
Salah satu warga di Desa Klaten, Tuminah mengaku sejak warung desa beroperasi dirinya tak perlu lagi membeli keperluan rumah tangga di toko waralaba. Selain jarak tempuh terjangkau dengan kondisi perekonomian warga beberapa kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran.
“Lumayan harganya lebih murah sehingga saya memilih membeli di warung desa dan hasilnya juga nanti untuk kebutuhan masyarakat jika mendapat keuntungan,”ungkapnya.
Barang barang kebutuhan warga merupakan hasil dari usaha pertanian, kerajinan makanan kecil yang diproduksi warga desa sehingga warung desa bisa menjadi tempat menjual hasil produksi masyarakat. Tuminah berharap ke depan kelengkapan barang barang yang dijual bisa semakin banyak sehingga warung desa menjadi tempat utama warga berbelanja.
[Henk Widi]
Lihat juga...