LAMPUNG—Kemeriahan Festival Rajabasa IV dalam rangka mempromosikan wisata bahari dan pegunungan. Festival Rajabasa IV merupakan pesta masyarakat pesisir Kabupaten Lampung Selatan yang berada di kaki Gunung Rajabasa dan Selat Sunda.
Kegiatan pesta rakyat yang dimeriahkan oleh seluruh desa di Kecamatan Rajabasa tersebut diikuti oleh puluhan tim kesenian yang menampilkan berbagai kesenian diantaranya tari tuping,tari kewer, drum band, serta berbagai kesenian lain. Selain kesenian, kemeriahan Festival Rajabasa IV juga diisi dengan lomba jukung dan lomba perahu hias.
Selain menyajikan beragam kesenian tradisional warga pesisir yang bekerja sebagai pekebun dan nelayan, warga juga menyajikan beragam makanan tradisional dan hasil kerajinan yang merupakan kearifan lokal masyarakat pesisir pantai. Salah seorang anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Sri Wahyuni, mengungkapkan makanan tradisional yang merupakan hasil pertanian dan perkebunan warga setempat diantaranya pertanian pisang dan umbi umbian. Selain itu sebagai masyarakat nelayan juga menekuni kerajinan berbahan dasar hasil laut seperti kerang serta tumbuhan di sekitar pesisir diantaranya bambu.
“Selama ini wilayah pesisir Rajabasa terutama di wilayah Desa Kunjir terkenal dengan daerah wisata pantai sehingga organisasi kepemudaan dan organisasi wanita diberi pelatihan pembuatan makanan tradisional dan kerajinan yang bisa dijual kepada wisatawan” ungkap Sri Wahyuni yang menyertakan makanan dan kerajinan dalam pameran di festival Rajabasa IV tersebut, Minggu (15/5/2016)
Makanan dan kue tradisional yang dibuat warga merupakan makanan/kue yang selama ini sudah jarang ditemui, hanya disajikan dalam acara-acara khusus. Pelaksanaan Festival Rajabasa IV tersebut menurut Sri dirasakan telah membantu pelestarian kue tradisional yang sudah hampir punah.
“Syukurlah ada kegiatan semacam ini sehingga generasi muda yang sudah tidak mengetahui keberadaan kue tradisional bisa merasakannya langsung” ungkap Sri Wahyuni.
Beberapa kue tradisional yang dipamerkan dan bisa dinikmati diantaranya sasimpok labu, keripik singkong, keripik pisang, cukil gigi, kekasokh, ketan lapis, buras, ketan sekhawa, kue lambang mentah serta beberapa makanan tradisional lain.
Selain kue tradisional tersebut, organisasi kepemudaan di wilayah Kunjir terutama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) telah melakukan pembuatan hasil kerajinan tangan yang bisa digunakan sebagai souvenir atau kenang-kenangan yang bisa dibeli oleh wisatawan.
“Selama ini hasil kerajinan yang sering dibeli wisatawan saat liburan diantaranya kap lampu dari kerang serta hiasan dari bambu dan kayu,”ungkap Adi salah satu anggota Pokdarwis Desa Kunjir.
Selain hiasan terbuat dari kayu dan kerang, kerajinan tangan masyarakat pesisir tersebut diantaranya udang udangan terbuat dari bambu, kap lampu dari bambu, asbak dari batang dan batok kelapa serta beberapa kerajinan tangan.
Meski telah banyak memiliki hasil kerajinan serta olahan kue tradisional, masyarakat berharap pemerintah daerah bisa memberikan fasilitas kios kios untuk penjualan souvenir dan kue tradisional. Selama ini warga masih menjajakan kue tradisional dan hasil kerajinan dengan kios sederhana yang berada di sepanjang jalan pesisir Rajabasa.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah pesisir Rajabasa disambut positif warga terutama dengan digelar Festival Rajabasa IV maka kunjungan ke destinasi wisata di wilayah Rajabasa makin meningkat dan memberi dampak positif bagi warga yang menggantungkan hidup dari jasa pariwisata. (Henk Widi)