SELASA, 24 MEI 2016
MAUMERE — Enam balita yang berada di kampung garam dan biasa mendapat pelayanan kesehatan di Posyandu Sarinah kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok terdeteksi menderita gizi buruk.
Keenam balita ini terdeteksi berdasarkan pemeriksaan BB per TB atau berat badan per tinggi badan. Bahkan salah satunya, Mariana Nona Alda (18 bulan) saat diperiksa petugas kesehatan diketahui memiliki lingkar lengan atas 11 yang masuk kategori bahaya.
“Balita yang terdeteksi rata-rata kurang mendapat asupan gizi yang cukup dan perhatian dari orang tua,” jelas Rosa Mistika, kader Posyandu Sarinah saat dittemui Cendana News, Selasa (24/5/2016).
Dijelaskan, data balita yang menderita gizi buruk ini sudah disampaikan ke pihak Pustu dan Puskesmas dan telah ditangani.
“Sekarang kondisi anak-anak sudah mulai pulih karena sudah ada penanganan namun bulan depan akan diperiksa kembali,” tegasnya.
Camat Alok, Fitriani Kristiani yang ditemui Cendana News saat meninjau di Kampung Garam meminta kepada ibu dan nenek yang mengasuh untuk memperhatikan asupan gizi bagi balita.
“Kita harus selamatkan generasi ke depannya karena gizi buruk akan mempengaruhi pertumbuhan otak,” jelas Fitri sapaan ibu camat ini.
Fitri juga mengingatkan agar bantuan lima kilogram kacang hijau dan dua dus multi vitamin yang diberikan bagi masing-masing balita agar bisa digunakan dengan teratur.
“Bulan depan saya akan kontrol lagi lewat lurah dan kader posyandu, saya harapkan berat badan balita sudah bertambah,” pesan Fitri.
Disebutkan, meski keluarga miskin tapi anak-anak tetap harus sehat, harus sekolah agar badan dan otak terus tumbuh dan berkembang.
[Ebed De Rosary]