RABU, 18 MEI 2016
SOLO — Sebanyak duabelas anak berkebutuhan khusus sejak Senin (16/5) , mengikuti Ujian Nasional di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Yayasan Penderita Anak Cacat (YPAC) Solo, Jawa Tengah. Mereka terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas D untuk anak cacat dengan IQ atau kecerdasan normal dan kelas D1 untuk anak cacat dengan IQ dibawah rata rata.

Kepala SDLB YPAC Solo, Endang Murtiningsih, mengatakan sebenayak 12 siswa berkebutuhan khusus ini telah mengikuti ujian sejak hari pertama dengan mata ujian Bahasa Indonesia. Para siswa mengikuti Ujian Nasional dengan didampingi dua guru pengawas. “Masing-masing kelas ada dua guru pendamping untuk membantu mereka,” ujarnya kepada Cendana News, Rabu pagi (18/5/16).
Disebutkan Endang, sebanyak 12 anak dengan kebutuhan khusus ini terbagi dalam dua kelas. Yaitu kelas D dan D1. “Untuk kelas D mereka secara fisik memiliki kecacatan namun kecerdasan mereka sama dengan anak anak sekolah reguler. Sedangkan untuk kelas D1 merupakan siswa dengan kecacatan fisik dan memiliki kecerdasan dibawah rata rata.sehingga mereka mengerjakan soal soal ujian dengan dibacakan oleh guru pengawas,” terangnya.
Menuurtnya, bagi pengawas diperlukan kesabran ekstra, karena harus mendatangi satu persatu siswa dalam mengerjakan soal. Sebab mereka memerlukan bantuan pengawas untuk menuntun mereka mengerjakan soal soal. “Soal untuk anak kelas D1 ini dibuat khusus oleh Propinsi Jawa Tengah,” jelas Endang.
Adapun kendala dalam pengerjaan UN SDLB YPAC Solo ini, ada anak yang mengalami gangguan motorik. Sehingga kesulitan mengisi jawaban pada bulatan lebar jawab siswa. ‘Guru pengawas harus membantu mentranfer jawaban siswa tersebut pada lembar jawaban.,” pungkasnya. (Harun Alrosid)