SELASA, 3 MEI 2016
BANDUNG — Mendorong akselerasi pembangunan desa-desa terpencil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan menjalin kerjasama dengan Kodam III/Siliwangi. Nantinya, setiap desa akan mendapat bantuan anggaran Rp 500 juta untuk menggenjot pembangunan tersebut.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menyampaikan, di tahun 2016 ini ada sekitar lima desa yang bakal digenjot. Terutama terkait pembangunan jalan, akses air bersih, dan pembangunan infrastruktur lainnya.
“Kita berkomitmen untuk mendorong percepatan pembangunan di desa-desa terpencil, baik dari sisi infrastruktur, jalan, jembatan, pembangunan sanitasi air bersih, masjid, dan pembangunan lainnya. Semua akan kita sinergikan melalui TNI Manunggal Membangun Desa,” kata Heryawan, Selasa (3/5/2016).
Sejauh ini, pemprov sudah mengelar TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bersama Kodam III/Siliwangi di sejumlah daerah di Jabar. Sebut saja Sukabumi, Karawang, Ciamis, dan Cirebon.
“Kita mendorong pembangunan di pedesaan, terutama desa terpencil. Tahun ini ada lima,” ujarnya.
Heryawan melanjutkan, untuk mempercepat pembangunan desa terpencil, pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk mengetahui desa mana saja yang benar-benar memerlukan bantuan. Untuk desa yang belum tersentuh bantuan, akan diprioritaskan.
“Kita akan alokasikan anggaran. Katakanlah satu desa dialokasikan Rp 500 juta, kalau disediakan Rp 20 miliar kan bisa 40 desa, yang kita pilih juga desa-desa yang belum tersentuh dan terpencil. Pokoknya digunakan untuk mengakselerasi desa, seperti desa yang belum ada jalan yang terhubung,” paparnya.
Heryawan pun akan melibatkan Badan Pemberdayan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Jabar untuk turun ke lapangan.
“Kita akan data melalui BPMPD desa-desa terpencil, yang jembatannya rusak, yang jalannya belum terhubung itu yang akan kita jadikan kriteria nanti,” pungkasnya.[Rianto Nudiansyah]