SELASA, 3 MEI 2016
SUMENEP — Meski sudah belasan tahun pelabuhan rakyat (Pelra) Bintaro yang berada di Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dan menjadi tulang punggung perekonomian nelayan, hingga saat ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat.
![]() |
| Kondisi pelabuhan rakyat |
Pelabuhan yang menjadi tempat sandar perahu nelayan dari berbagai daerah tersebut infrastrukturnya belum pernah tersentuh pemerintah bahkan masyarakat setempat harus bergotongroyong memperbaiki tempat tersebut agar tetap layak digunakan. Bahan yang kurang memadai, tangkis laut hanya di bangun dari material pecahan batu dengan pemancang bambu seadanya.
“Ini sudah cukup lama di biarkan oleh pemerintah, padahal tempat ini merupakan penunjang perekonomian masyarakat di daerah ini, tetapi sayangnya tidak pernah diperhatikan serius. Ya mau gimana lagi, kita terpaksa memperbaiki dengan bahan seadanya, yang penting ini masih bisa ditempati perahu,” kata Moh. Ridwan, salah seorang tokoh masyarakat desa setempat, Selasa (3/5/2016).
Disebutkan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali mengajukan perbaikan terhadap pemerintah daerah, namun sampai sekarang belum ada respon positif, sehingga akhirnya masyarakat sendiri yang memperbaiki. Maka dari itu, mereka merasa kebingungan apa yang harus dilakukan agar bisa diperhatikan oleh pemerintah, sebab upaya yang selama ini ia lakukan selalu terabaikan.
“Kami sudah sering mengajukan proposal perbaikan pelabuhan rakyat ini, tetapi tidak pernah direspon,” jelasnya.
Setiap pelabuhan ambruk akibat diterjang ombak besar ketika cuaca sedang ekstrim, masyarakat yang tinggal di daerah tersebut berondong-bondong untuk memperbaiki, meskipun dengan alat maupu bahan yang sangat sederhana. Karena jika pelabuhan dibiarkan rusak akan dapat berdampak buruk terhadap berjalannya roda perekonomian masyarakat di desa tersebut.

“Apabila cuaca buruk biasanya perahu dari berbagai daerah bersandar ditempat ini, jadi masyarakat bisa berjualan kebutuhan nelayan, selain itu mereka juga bisa membeli ikan dari hasil tangkapan nelayan itu. Jadi kami hanya bisa berharap tempat ini bisa diperhatikan oleh pemerintah,” pungkasnya.[M. Fahrul]