Desak Tangkap Penghina Kiai, Ratusan Warga Kepung Polsek Saronggi

SENIN, 30 MEI 2016

SUMENEP — Ratusan warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengepung kantor Mapolsek setempat pada hari Senin (30/5/2016). Mereka mendesak agar pihak kepolisian segera menangkap dugaan pelaku penghina para kiai di desa tersebut, pasalnya prilaku tersebut sudah meresahkan masyarakat, sehingga jika jika dibiarkan khawatir warga akan bertindak sendiri.
Kedatangan warga ke kantor polisi tersebut bermula setelah ada salah seorang warga berinisial Z yang merupakan warga desa setempat di saat acara pengajian rutin beberapa waktu. Selain itu juga menghina melalui pesan singkat yang dikirim ke sejumlah warga dengan kata-kata bahwa para kiai di desa setempat hanya seperti tukang sihir, akibatnya membuat warga geram dengan ulah prilaku penghina tersebut.
“Kedatangan warga ke kantor Mapolsek ini guna mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap dugaan pelaku penghina para kiai di desa kami. Pasalnya prilaku itu sangat tidak menyenangkan, apalagi kiai yang ada di desa kami merupakan tokoh agama yang sangat dihormati oleh masyarakat,” kata Slamet Riadi, Kepala Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Senin (30/5/2016).
Disebutkan, bahwa sebenarnya saat penghinaan pertama dilontarkan oleh warga berinisial Z suasana warga masih kondusif, namun warga yang tidak mempermasalahkan tiba-tiba ia menyebar pesan singkat dengan isi seperti menantang warga. Maka warga berbondong-bondong mendatangi pihak kepolisian agar segera mengadili terduga penghina kiai tersebut, sebab jika dibiarkan ia akan selalu menebar isu tidak sedap, sehingga dapat menjadi pemicu terjadinya konflik.
“Kejadian pelecehan saat ada sebuah pengajian rutin, pada seson tanya jawab warga berinisial Z mendapat kesempatan bertanya, pada pesan tersebut  melecehkan para kiai dengan mengatakan tukang sihir,” jelasnya.
Sementara IPTU Moch. Rachmatullah, Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep mengatakan, pihaknya kedatangan mereka hanya untuk melaporkan adanya dugaan penghinaan terhadap para kiai yang ada di kampungnya oleh warga berinisial Z, sehingga warga yang datang itu hanya mengikuti para tokoh yang datang ke kantor polisi.
“Jadi ini masih mau di interogasi, nanti laporan itu akan dikaji, kalau ada ranah hukum, kemudian dinaikkan kepada penyidikan. Ini ada tiga orang yang diinterogasi bukan diperiksa, itupun dengan cara bergantian,” jelasnya. 
[M. Fahrul]
Lihat juga...