Cegah Peredaran Narkoba, Aparat Desa Diminta Jaga Desa Siang Malam

RABU, 4 MEI 2016 
ACEH — Permasalahan narkotika terus meresahkan masyarakat Provinsi Aceh. Sejumlah daerah terutama wilayah pesisir,  seperti Lhokseumawe, menjadi salah satu jalur pintu masuk narkoba dari lintas negara.


Menyadari kawasannya rawan peredaran narkoba lintas negara, Wali Kota Lhokseumawe meminta polisi dan masyarakat sama-sama memerangi peredaran barang haram tersebut. Ia juga meminta aparat desa memperketat penjagaan di desa-desa dari bandar narkoba.
“Seperti kita ketahui daerah pinggiran Kota Lhokseumawe ini memang sangat rawan terjadi transaksi narkoba, makanya hingga saat ini kita meminta setiap desa melakukan penjagaan siang malam,” ujar Wali Kota Lhokseumawe, kepada Cendana News, Rabu (4/5/2016).
Menurutnya, upaya untuk mengaktifkan penjagaan disetiap desa merupakan salah satu usaha untuk mempersempit ruang gerak bandar narkoba. Katanya, bila di desa masyarakat dan aparat desa bekerjasama memberantas narkotika, maka pengedar tidak akan berani masuk daerah tersebut.
Saat ini kata Suaidi, sejumlah desa sudah mulai melakukan pengawasan ketat dengan mengaktifikan pos kamling pada malam hari. Menurutnya, sejauh ini upaya tersebut cukup efektif untuk mengurangi peredaran narkotika. 
“Terutama penjagaan dan pengawasan bagi semua tamu yang mengunjungi dan berkeliaran di desa, harus diawasi dengan ketat, dengan begitu bisa mengurangi terjadinya upaya penyelundupan narkoba,” kata Wali Kota Suaidi.
Selain itu, Suaidi juga menghimbau, warga menjauhi barang haram tersebut. Ia meminta keluarga juga berperan aktif menjaga anak-anaknya agar tidak terjerumus kedalam bisnis barang haram tersebut. “Para orang tua juga punya peran penting menjaga dan menyelamatkan anak-anak mereka dari narkoba,” pungkasnya.(Zulfikar Husein)
Lihat juga...