RABU, 4 MEI 2016
BALI — Kiat Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar untuk menjadikan Ibu Kota Provinsi Bali itu bersih, pelan-pelan mulai terwujud. Pemkot Denpasar melakukan penataan sungai, sehingga menjadi tempat yang nyaman sekaligus lokasi rekreasi baru bagi masyarakat.

Sungai di Denpasar yang semula kotor, lantaran dijadikan tempat pembuangan limbah oleh warga, kini berubah menjadi taman rekreasi wisata baru.
Hal ini terbukti dengan keberadaan tiga sungai di Denpasar yang sudah ditata menjadi taman rekreasi wisata. Ketiga sungai tersebut yakni Tukad Bindu di Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur. Kemudian Tukad Badung yang di mulai dari bawah jembatan Jalan Gajah Mada dan Tukad Tukad Tagtag, tepatnya di sebelah timur SMPN 10 Denpasar.
Tahapan awal, baik di Tukad Bindu, Tukad Badung maupun Tukad Tagtag, masing-masing ditata sepanjang 80 meter di arah kanan dan kiri. Selain pemasangan paving block dipadu dengan hiasan batu sikat, di kawasan tersebut juga dilengkapi lampu taman.
Penataan paving block dan batu sikat di sisi bantaran ini untuk menghilangkan kesan sungai yang kumuh, angker dan jorok menjadi sesuatu yang menarik, indah dan bersih.

Selain itu juga, penataan sungai dilakukan untuk mengedukasi warga yang berada dekat sungai, agar turut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai. Sehingga, sungai yang tampak begitu asri yang dihiasi lampu taman menjadi tempat rekreasi air, tempat jogging serta bisa sebagai tempat memancing bagi masyarakat yang berkunjung.
Di samping itu juga disediakan tempat bermainan bagi anak-anak, seperti ayunan dan prosotan serta mainan lainnya. Tidak hanya sebagai tempat rekreasi siang hari saja, pada malam harinya sungai-sungai ini akan terlihat sangat indah dengan hiasan lampu warna-warni yang diletakkan di tembok yang membendung tepi sungai seperti di Tukad Tag-Tag dan Tukad Bindu Denpasar.
Menurut Rai Mantra Wali Kota Denpasar, ini sebuah terobosan untuk mengubah kesan sungai yang kotor dan bau, menjadi sesuatu yang menarik dan indah untuk di nikmati pemandangannya.

“Dibutuhkan peran semua pihak menjaga lingkungan sekitar. Harus rutin merawat, menjaga dan melakukan kebersihan di bantaran sungai agar tetap asri dan indah,” kata Rai Mantra, Rabu 4 Mei 2016.
Menurutnya, penataan ini akan terus berlanjut ke seluruh sungai yang ada di Denpasar, mengingat bantaran sungai merupakan aset yang bisa ditata untuk tempat rekreasi baru, di tengah hiruk pikuk Kota Denpasar.
“Target kita semua sungai di Kota Denpasar ini dilakukan penataan, sehingga dia menjadi destinasi baru bagi masyarakat untuk rekreasi,” tutup Wali Kota. (Bobby Andalan)