JUMAT, 15 APRIL 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary
MAUMERE — Dalam mendukung perekonomian masyarakat di Pulau Sukun Desa Semparong Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Warga yang berprofesi sebagai nelayan sangat mengharapkan adanya dermaga. Hal tersebut terungkap saat kunjungan rombongan Wakil Bupati, Paolus Nong Susar, Kamis (21/4/2016).
![]() |
| Perairan dan tumpukan batu karang sebagai kolam labuh di pantai depan perkampungan desa Semparong |
Kepala desa Semparong, Darman menjelaskan, dermaga dan kolam labuh sangat penting karena penduduk pulau Sukun memiliki mata pencaharian sebagai petani dan nelayan.
“Saat sudah tidak musim tanam mereka melaut, “ papar Darman.
Disebutkan, saat ini untuk dapat mencapai daratan, perahu motor dari arah barat kampung, harus berputar ke utara dan berbelok ke utara memasuki celah atol dan tumpukan batu. Banyaknya bebatuan menyebabkan perahu motor berukuran besar harus berlabuh jauh dari pantai karena laut di sekitarnya pun dangkal.
Terkait pembangunan dermaga, sudah dilaksanakan survey di tiga titik di pulau Sukun pada akhir tahun 2015 dan baru saja di bulan Maret 2016 terang Darman, petugas dari Bandung kembali datang survey sekaligus melakukan studi kelayakan.
“Demaga akan dibangun oleh Kementrian Pehubungan sehingga sudah dilaksanakan dua kali survey oleh tenaga ahli bersama staff dari Kementerian Perhubungan,” jelas Darman.
Darman menambahkan, petugas survey berjanji akan datang lagi beberapa bulan ke depan melakukan survey ketiga untuk memastikan dimana titik yang akan dibangun. Dirinya juga sudah konfirmasi dengan dinas Perhubungan kabupaten Sikka dan dikatakan kemungkinan akan dibangun di dekat kampung di sebelah barat pulau Suku.
Sementara itu, warga yang berprofesi sebagai nelayan, Amiruddin mengatakan, saat musim barat kapal motor nelayan ditarik ke darat atau di tempatkan di teluk di sebelah timur pulau Sukun agar aman dari hantaman gelombang. Ombak besar saat musim badai tersebut menyebabkan air laut bisa menjangkau hingga ujung kampung.
“Pulau kami kan berada di laut lepas sehingga pasti akan terkena badai dan gelombang besar. Para nelayan sebulan lebih tidak melaut”, terang Amiruddin.
Warga pulau Sukun beber Amiruddin, sudah berupaya membangun kolam labuh dengan menyusun batu-batu karang berbentuk melingkar di pantai sebelah barat pulau di depan perkampungan. Namun batu-batu tersebut yang diikat dengan kawat rusak diterjang gelombang besar. Selain itu, aanya atol yang berbentuk melingkar di sekitarnya juga belum bisa menahan gempuran ombak.
Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar dalam sambutannya di aula kantor desa Semparong mengatakan, pemerintah sedang berupaya untuk membangun dermaga dan kolam labu di pulau Sukun sehingga kapal penumpang dan nelayan bisa bersandara di dermaga. Adanya kolam labuh sambung Nong Susar menyebabkan kapal motor penangkap ikan milik warga pulau Sukun desa Semparong bisa terlindungi saat musim barat dimana terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.
“Ini kebutuhan yang mendesak agar warga pulau Sukun bisa aman dan nyaman, perahu nelayan juga bisa ditambakan di dermaga,Ini sangat dibutuhkan warga pulau ini yang juga berprofesi sebagai nelayan,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar dan rombongan yang melakukan kunjungan kerja ke pulau tersebut harus berpindah ke kapal nelayan berukuran kecil agar bisa sampai ke darat. Pasalnya, kapal cepat milik Pemda Sikka dengan kapasitas angkut 25 penumpang, bantuan dari Kemendes RI tidak bisa berada di laut dangkal.
Satu persatu penumpang diturunkan ke perahu nelayan berukuran lebar ± 1 meter dan panjang ± 5 meter. Perahu harus dua kali bolak-balik menempuh jarak ± 300 meter menaikan rombongan yang berkunjung pagi itu, Kamis () yang berasal dari Kementrian Agama Sikka, Pengadilan Agama Maumere, KUA Alok,Camat Alok, dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Perhubungan Sikka.
Selain itu, data yang diperoleh Cendana News dari Camat Alok, Fitriani menyebutkan,penduduk desa Semaprong sebanyak 1.088 jiwa dimana laki-laki sebanyak 536 dan perempuan 552. Jumlah penduduk dewasa terdiri dari laki-laki 389 dan perempuan sebanyak 378 yang terdiri atas 273 kepala keluarga.
Jumlah perahu motor dan sampan yang dimiliki warga desa Semparong terdiri dari motor laut ukuran diatas 2 GT sampai 10 GT sebanyak 16 buah dan ukuran 2 GT 6 buah. Juga terdapat 20 motor sampan dan 140 sampan tanpa mesin. Hanya 116 warga Semparong yang murni berprofesi sebagai nelayan dan sisanya petani yang juga merangkap menjadi nelayan.