Warga Pulau Sukun NTT Dambakan Listrik, Transportasi dan Telekomunikasi

JUMAT, 15 APRIL 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary

MAUMERE —  Sebanyak 1.088 jiwa warga pulau Sukun Desa Semparong Kecamatan Alok Kabupaten Sikka sangat mendambakan listrik, transportasi laut hingga jaringan telekomunikasi. Hingga saat ini hal tersebut masih menjadi impian. Kesulitan akses komunikasi membuat masyarakat kesulitan untuk melaporkan kejadian dan mendapatkan informasi.
Warga Desa Semparong Pulau Sukun
Jauhnya jarak dengan waktu tempuh 3 jam dari pulau Sukun menuju Maumere dan hanya sekali seminggu menyebabkan susah akses. Belum lagi mahalnya biaya perjalanan sekitar 60 ribu rupiah pulang pergi turut menjadi persoalan.
“Kami dengar Pemda Sikka mendapat bantuan kapal penumpang dan barang dari Kemenrian Desa dan akan menyinggahi tempat kami. Semoga cepat beroperasi agar kami bisa terbantu,” sebut Darman, Kepala Desa Semparong, di pantai pulau Sukun, Kamis (14/4/2016).
Darman yang ditemui saat menjemput rombongan Wakil Bupati Sikka, Pengadilan Agama Maumere, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sikka mengharapkan, dengan adanya kapal berukuran besar, masyarakat juga bisa memanfaatkannya untuk membeli sembako ke kota Maumere. 
Aparat desa pun bisa terbantu bila ingin berurusan dengan kantor kecamatan atau dinas serta menghadiri kegiatan pemerintahan di Maumere. Darman meminta agar minimal seminggu dua kali kapal tersebut bisa melayani rute pulau Sukun – Maumere pulang pergi agar warga bisa terlayani.
“Kalau kapal nelayan, saat musim badai mereka tidak berlayar. Terkadang masyarakat yang ingin ke pulau Sukun atau ke Maumere harus menunggu berhari-hari bahkan sebulan bila cuaca tidak memungkinkan,” terang Darman yang baru sebulan mengemban jabatan kepala desa.
Disambar Petir
Selain itu tambah Darman, warga desa Semparong juga mendambahkan hadirnya jaringan telekomunikasi. Darman berharap Telkomsel bisa membangun sebuah tower di pulau ini sehingga komunikasi dengan pihak luar bisa  dilakukan dan mudah mendapatkan informasi. Untuk menelpon kata Darman, warga harus mendaki bukit dengan berjalan kaki sejauh 3 kilometer namun itu pun sinyal telepon selularnya sering hilang.
“Paling kami cuma bisa kirim pesan singkat saja sebab kalau telepon sering terputus akibat sinyalnya terkadang hilang,” ungkapnya.
Terkait penerangan lanjut Darman, warga yang mampu membeli generator dan dipakai saat malam hari hingga pukul 22.00 wita saja. Ada juga televisi di rumah warga yang mampu namun itu pun mereka harus membeli parabola lagi. Tahun 2011  beber Darman, ada bantuan dari Kementrian PDT untuk listrik tenaga surya terpusat namun sudah tidak berfungsi karena disambar petir di tahun 2012. Listrik sehen atau tenaga surya dari PLN pun sambungnya juga sudah tidak berfungsi lagi.
Warga pulau Sukun sebagai pulau terpencil ungkap Darman,tentu mengharapkan bantuan pemerintah agar bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik.Kasihan kalau warga dan pemerintah desa memaakai generator karena setiap hari harus beli bensin atau solar untuk bahan bakar.
“Itu pun kami harus beli di Maumere jadi kalau cuma sedikit lebih mahal ongkos transportasinya.Lagi pula kalau beli pakai jeriken di pompa bensin kami bisa ditangkap polisi kalauntidak ada surat ijin,” paparnya.
Sementara itu, Camat Alok Fitriani yang hadir bersama rombongan saat ditanyai Cendana News mengakui hal ini. Dikatakan Fitriani, desa Semparong masuk wilayah kecamatan Alok yang terletak di kota Maumere yang juga membawahi beberapa kelurahan di kota Maumere. Untuk itu kata Fitriani desa yang berada di pulau terpencil ini harus mendapatkan prioritas pelayanan.
“Kami selalu berkomunikasi dengan pihak aparat desa namun sering tidak berjalan baik akibat ketiadaan jaringan telekomunikasi .Kasihan bila mereka harus datang ke kota Maumere kalau hanya untuk konsultasi saja,”ungkap Fitriani.
Dipaparkan Fitriani, pulau Sukun yang terletak di sebelah utara Gugus Teluk Maumere juga merupakan pulau terdepan di laut Flores berbatasan antara Kabupatcn Selayar provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur. 
Desa Samparong di pulau Sukun tambah Fitriani, merupakan desa pecahan dari desa Pemana di pulau Pemana yang dimekarkan berdasarkan Surat Keputusan Gubemur Nusa Tenggara Timur Nomor 385 Tahun 1999 Tanp,gal 2 ApriI 1999 sehingga sudah berusia 17 tahun.
Luas wilayah desa Samparong  beber Fitriani, yakni 6,3 Kilometer yang terdiri dari luas pemukiman warga 4,71 hektar dan luas pantai berpasir putih.Luas lahan untuk pertanian dan perkebunan 164,61 hektar sedangkan selebihnya dipergunakan untuk fasilitas umum lainnya. 
Desa Samparong dibagi dalam 3 dusun, 6 RW dan 12 RT Jarak tempuh antara desa Semparong dan kota Maumere  ±45 mil laut dengan waktu tempuh ± 5 sampai 6 jam mcnggunakan kapal motor laut milik nelayan.
Lihat juga...