Geliat UMKM Lokal dalam Semarang Great Sale 2016

KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Miechell Koagouw

JAKARTA — Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, penyelenggaraan event Pesona Semarang Great Sale dan Night Carnival 2016 oleh Pemkot Semarang dan Kadin Kota Semarang yang tahun ini mengangkat tema “Nikmati Diskonnya Bawa Pulang Hadiahnya” melibatkan seluruh pengusaha retail dan pariwisata (mall, supermarket, hotel, restoran, UMKM, PKL, tenant, cluster, dan industri) di Kota Semarang.
Wien K.Adriaan, pemilik UMKM Wien’s Hand Creation & Nature

 “Semarang Great Sale (Segres) akan dimulai pada 16 April ditandai dengan penempelan stiker, besoknya dilanjutkan dengan opening ceremony di halaman Balaikota Semarang, dan acara penutupan dilakukan di SETOS Mall pada 15 Mei dengan acara utama penarikan undian kupon Segres yang tahun ini ditargetkan pendistribusiannya sebanyak 2,5 juta kupon dengan total nominal Rp 125 milliar,” kata Hendrar Prihadi.

Acara launching Pesona Semarang Great Sale dan Semarang Night Carnival 2016 dimeriahkan dengan hadirnya pameran UMKM lokal Kota Semarang di pintu masuk Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata, Jakarta (13/4/2016).
Wien’s Hand Creation and Nature melalui pemiliknya Wien K.Adriaan mengatakan bahwa Segres 2016 merupakan keikutsertaannya pertama kali. Ia merasa senang dipercaya sebagai salah satu UMKM penghasil produk unggulan lokal Semarang. 
Dalam wawancara singkat dengan Cendana News, wanita pengelola UMKM asli Kota Semarang yang sudah menekuni bisnis aksesoris selama sepuluh tahun ini menjelaskan semua produk aksesoris yang dibuatnya adalah tematik atau mengangkat seni batik nusantara khususnya dari tanah jawa. Berbagai motif batik contohnya dari daerah Yogyakarta, Solo, Cirebon, dan Madura seringkali menjadi inspirasi untuk berkarya.
Usaha industri aksesoris, cinderamata, dan kerajinan tangan miliknya berangkat dari pemikiran bahwa seni batik Indonesia harus dipertahankan kalau perlu dikembangkan agar mengisi setiap sendi kehidupan masyarakat nusantara bahkan masyarakat dunia untuk lebih luasnya.
“Contohnya kami meluncurkan produk berukuran kecil seperti anting atau kalung entah dari bahan kuningan maupun perak, maka tetap ada unsur batik didalamnya. Perbandingannya fifty – fifty, misalnya 50 persen perak, 50 persennya unsur batik,” jelas Wien Adriaan kepada Cendana News.
” Indonesia merupakan surga batik di dunia sekaligus ibu dari seni batik, jadi tidak pernah ada keraguan untuk menjadikan batik sebagai motif dasar semua produk unggulan kami,” lanjutnya.
Wien’s Hand Creation and Nature sudah beberapa kali mengikuti pameran kerajinan tangan di berbagai negara melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sebagai fasilitator UMKM. Sebut saja Belanda, Spanyol, Singapura, dan Jepang sudah pernah disinggahi untuk memperkenalkan produk unggulannya.
Satu kesedihan Wien Adriaan adalah tidak semua masyarakat mau serta merta memakai batik. Maka perlu sebuah inovasi dari pengrajin, pengusaha, maupun pihak-pihak terkait lainnya untuk merubah hal tersebut.
“Berdasarkan hal tersebut maka kami terus mempertahankan materi produk Wien’s untuk tetap membumi dengan nuansa batik yang alami,” imbuhnya.
Harapan Wien Adriaan terkait acara Pesona Semarang Great Sale dan Night Carnival 2016 adalah bisa mengangkat UMKM lokal agar produk-produk asli Semarang bisa masuk ke seluruh pasar nusantara maupun mancanegara. Berawal dari sini maka nantinya akan berimplikasi langsung pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional.
” Semarang sudah memiliki infrastruktur yang memadai untuk menjadi destinasi wisata pilihan, sekarang tinggal mengaplikasikan ide-ide menarik untuk menjadi produk UMKM andalan lokal Semarang,” pungkas Wien Adriaan.
Berbagai produk aksesoris unggulan Wien’s yang dipamerkan dalam Peluncuran Segres 2016 di Kementerian Pariwisata (13/4/2016)
Geliat UMKM lokal tidak akan pernah berhenti. Selalu bermunculan di berbagai daerah dengan gairahnya masing-masing. Tinggal bagaimana kepekaan pemerintah provinsi masing-masing daerah menyikapi fenomena ini.
Lihat juga...