Warga Asal Solo Berikan Bantuan untuk Keluarga ABK yang Disandera

JUMAT, 22 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid

SOLO — Hampir satu bulan, nasib sepuluh anak buah kapak (ABK) asal Indonesia yang menjadi korban penyanderaan kelompok militan Abu Sayaf, di Fhilipina, tidak jelas kapan akan dibebaskan. Sebagai bentuk empati kepada keluarga ABK yang sedang dilanda kekhawatiran, warga asal  Solo menyambangi rumah ABK asal Delanggu, Klaten, Jawa tengah, untuk memberikan semangat.
  
Bantuan untuk keluarga ABK
Dengan menggunakan mobil prabadi, Bambang Saptono, warga asal Solo mendatangi rumah Sutomo, ayah dari Bayu Oktaviyanto, yang merupakan satu dari sepuluh ABK yang disandera kelompok abu sayaf.  Yang menarik alam aksi ini, di kaca depan mobil  milik warga Solo itu, terdapat sebuah tulisan besar, berbunyi insya alloh sandera ABK lekas bebas. 
“Ini adalah bentuk simpatik terhadap keluarga ABK yang sampai saat ini belum jelas kapan akan dibebaskan,” ujar Bambang kepada awak media, Jumat sore (22/4/2016).
Selanjutnya Bambang Saptono, membawa sebuah kotak kardus, berisi bingkisan, dan berjalan menuju rumah Sutomo, yang berada di dusun Miliran, RT 1 RW 3, Desa Mendak, Delanggu, Klaten. Kedatangan warga Solo di sambut Sutomo dan istrinya, yang telah menunggu di depan halaman rumahnya. Ia pun menyalami Sutomo dan istrinya yang menggendong anak bungsunya.
“Ini ada bingkisan sedikit dari saya, mudah-mudahan dapat membantu dan meringankan beban keluarga ABK yang tengah disandera,” kata Bambang sembari memberikan bingkisan yang berisi sebuah alquran, sajadah, dan arloji dinding, serta sejumlah uang kepada Sutomo.
Menurut Bambang, maksud kedatangannya itu untuk memberikan empati atas apa yang dialami Sutomo dan istrinya, terkait musibah yang anaknya Bayu Oktaviyanto. Bayu sampai saat ini masih di sandera kelompok Abu Sayaf. Ia berharap keluarga tetap tabah, dan yakin bahwa, anaknya pasti bebas. 
“Kita yakin jika seluruh ABK akan bebas,” tekannya.
Diakhir aksinya, Bambang berharap perusahaan tempat Bayu bekerja dapat pro-aktif dalam pembebasan sepuluh ABK. Pro-aktif baik kepada pemerintah maupun secara perusahaan, karena sebagai tempat bekerja. 
“Bagaimanapun perusahaan tempat Bayu dan ABK lainnya bekerja harus pro-aktif, bekerjasama dengan pemerintah bagaimana untuk menebus. Jika pemerintah keberatan, perusahaan yang mempunyai tanggung jawab,” pungkasnya.   
Sementara itu, Sutomo sendiri sampai saat ini belum tahu jelas kapan anaknya akan dibebaskan. Meskipun pihak perusahaan tempat anaknya bekerja, terus mengabarkan berita baik, namun kejelasan kebebasan anaknya beserta ABK lain juga belum disampaikan. 
“Saya dan keluarga terimakasih atas bantuannya. Terkahir  ada informasi anaknya adalah Kamis sore (21/4), ada kabar jika kondisi anaknya serta seluruh ABK lainnya selamat,” tutupnya.
Lihat juga...