Babinsa Bekerjasama PPL Sukseskan Intensifikasi Kedelai di Sikka

JUMAT, 22 APRIL 2016
Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rustam / Sumber Foto : Ebed De Rosary
MAUMERE – Menindaklanjuti penandatanganan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), personil Bintara Pembina Desa (Babinsa) bekerjasama dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)  di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diturunkan ke lapangan untuk mendampingi petani. 

Di kabupaten Sikka, sudah dua tahun diadakan kerja sama antara  personil TNI AD dalam hal ini Kodim 1603 Sikka dan Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Sikka.Terkait intensifikasi kedelai,kerja sama yang erat antara Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian dan Babinsa diharapkan bisa memenuhi target produksi kedelai di Sikka.
Demikian disampaikan Mayor Inf.Murhono Basuki,Kasdim 1603 Sikka saat ditemui Cendana News di sela-sela kegiatan Sosialisasi Kegiatan Intensifikasi Kedelai Tingkat Kabupaten Sikka, Jumat (22/4). Dikatakan Basuki, aparat Kodim Sikka dalam hal ini Babinsa sudah lebih siap,  sebab dengan semakin banyaknya pembekalan, tentunya kemampuan juga semakin meningkat.
“Apalagi kegiatan ini sudah berjalan setahun lebih,tentunya hubungan akan semakin erat antara Babinsa dan PPL.Kami harapkan tujuan swasembada pangan tahun 2017 bisa tercapai khususnya di kabupaten Sikka,” tegas Mayor Basuki.
Tantangan terberat yang dihadapi petugas di lapangan kata Basuki, adalah cuaca karena lahan pertanian kita masih bergantung terhadap hujan. Saat sudah menanam tapi hujan tak kunjung turun, sehingga otomatis tanaman akan terjadi puso.Selain itu masalah distribusi pupuk juga sambungnya, tidak sesuai penyerapan dimana produsennya tidak mampu memenuhi kebutuhan di kabupaten Sikka.
Kuotanya memang tidak ada masalah, namun lanjut Basuki persoalan distribusi yang kadang menjadi masalah. Dari produsen sanggup,tapi tahun kemarin saat sudah berjalan pertengahan tahun ada pergantian produsen sehingga bermasalah.
“Tahun ini sejak awal sudah dipastikan tidak akan pergantian produsen lagi sehingga tidak terjadi keterlambatan distribusi pupuk sehingga diharapkan tahun ini hasil produksi bisa meningkat<’ ungkapnya.
Turun ke Lapangan
Kadis Pertanian dan Perkebunan kabupaten Sikka, Ir.Hendrikus Blasius Sali kepada Cendana News menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan terkait sosialisasi penanaman kedelai dilakukan untuk mempersiapkan dan menyamakan persepsi antara petugas PPL Pertanian dan Babinsa terkait areal tanam,luas lahan dan target produksi yang akan dicapai.
“Kabupaten Sikka baru dua tahun ini melaksanakan penanaman kedelai dan diharapkan tahun kedua bisa lebih baik sehingga dari 250 hektar lahan yang direncanakan targetnya bisa tercapai,” ujar Henky sapaanya.
Kabid Tanaman Pangan dinas Pertanian dan Perkebunan Sikka, Kanisius P.Togo saat sosialisasi mengatakan, Kabupaten Sikka tahun lalu mendapat alokasi intensifikasi lahan kedelai sebanyak 250 hektar namun hanya terealisasi hanya 185 hektar. Dengan aloasi lahan yang sama tahun ini, kanis optimis target luas lahan dan produksinya pun bisa tercapai.
Dipaparkan Kanis, penanaman kedelai dilakukan di Kecamatan Talibura seluas 20 hektar yang tersebar di 4 desa, Magepanda juga 4 desa seluas 55 hektar, Tanawawo tersebar di 8 desa dengan luas total sebesar 25 hektar. Juga di kecamatan Waiblama untuk 2 desa seluas 65 hektar, Mego seluas 20 hektar, Nita 40 hektar,Alok Timur 5 hektar,Waigete 10 hektar serta Mapitara 10 hektar.
Sementara itu, Kapten Inf.Sadiman Pasiter Kodim  1603 Sikka dalam pengarahannya mengatakan, para Babinsa harus mengetahui data terkait pertanian. Untuk itu, tegas Sadiman, Babinsa harus turun ke lapangan bersama PPL Pertanian sehingga bisa diketahui pasti kondisi sesungguhnya.
“Babinsa harus ikut menyuskeskan program pertanian dan memiiki data yang akurat,” pesan Sadiman.
Kabid Penyuluhan,Badan Ketahanan Pangan dan Peyuluhan Pertanian Sikka, Firnus Nong meminta agara petugas PPL membekali diri dengan pengetahuan terkait kedelai. Dengan bekal pengetahuan, kata Firmus, PPL bisa merubah petan terkait pengetahuan,keterampilan dan sikap.
“Tugas kita untuk merubah para petani dari tidak mau menjadi mau.Memang belum tentu semua lahan bisa berhasil namun jika berhasil maka akan memberi kepuasan tersendiri,” pungkasnya. 
Lihat juga...