Wabah Keong Mas dan Wereng Serang Padi Petani di Lampung

MINGGU, 10 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Hama keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) dan wereng penyebar tungro atau penyakit virus pada padi menyerang tanaman padi milik warga Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Provinsi Lampung. Hama keong mas dan wereng mulai menyerang tanaman padi milik petani yang masih berumur empat puluh hari masa tanam. Hektaran sawah yang diserang oleh petani di Lampung diantaranya sawah di Desa Klaten, Desa Pasuruan serta beberapa desa yang mulai memasuki masa tanam.
Telur keong mas di batang padi
Salah satu petani di Desa Klaten, Arman mengaku dalam dua pekan terakhir satu hektar tanaman padi miliknya mulai digerogoti hama keong mas yang ditandai dengan berkurangnya helai demi helai daun muda serta batang muda padi miliknya. Awalnya satu petak kemudian menyebar ke petak sawah lainnya.
“Keong mas masuk melalui saluran air dan terbawa dari sawah warga di desa lain yang terlebih dahulu diserang keong mas dan kemudian bertelur dan menyerang padi kami,”ungkap Amran kepada Cendana News, Minggu (11/4/2016)
Serangan hama keong mas yang biasanya terjadi pada fase pertumbuhan vegetatif menyebabkan tanaman dimakan oleh anakan keong mas yang bertelur. Anakan keong mas sebagian besar menyerang tanaman padi warga pada malam hari sehingga petani menyiasati dengan melakukan penyemprotan menggunakan obat anti keong mas dan memunguti keong mas dengan cara manual.
“Saya dan isteri selalu rajin memunguti keong mas yang selanjutnya dimasukkan plastik dan dibuang di jalan, sebagian digunakan untuk pakan ternak jenis bebek dan entok,”terang Arman.
Hektaran lahan sawah selain milik Amran juga mengalami hal yang sama, tak hanya diserang hama keong mas, hijaunya daun padi mulai menguning dan membusuk akibat terkena serangan virus tungro yang diakibatkan oleh wereng. Warga menyebutnya dengan hama wereng dengan ditandai tanaman padi tumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan. Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terserang berwarna kuning sampai kuning-oranye. Daun muda sering berlurik atau strip berwarna hijau pucat sampai putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang daun. Gejala mulai dari ujung daun yang lebih tua.
Penyuluh pertanian Kecamatan Penengahan, Wagimin mengungkapkan, serangan hama wereng secara kasat mata terlihat dengan daun menguning berkurang bila daun yang lebih tua terinfeksi. Dua spesies wereng hijau Nephotettix malayanus dan N.virescens adalah serangga yang menyebarkan (vektor) virus tungro.
“Selain itu akhirnya batang padi membusuk dan pertumbuhan anakan padi menjadi terhambat akibat serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi,”ungkapnya.
Salah satu faktor penyebab hama keong mas serta wereng diungkapkannya terjadi pasca musim kemarau yang lumayan panjang tahun ini, akhirnya berakhir, berganti dengan datangnya musim penghujan.
Wabah atau ancaman hama keong mas dan wereng yang menerpa, lahan pertanian padi sawah warga khususnya bagi tanaman padi yang usianya masih sangat muda. Keong mas  merupakan suatu hama yang menyerang tanaman padi yang baru selesai ditanam, sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi produksi pertumbuhan padi kedepannya. Maka dari itu, tak sedikit pula petani yang mengeluhkan akan kondisi ini dilapangannya.
Ia menambahkan, hampir di semua kawasan atau petak sawah baru tanam petani di wilayah Penengahan yang luasnya meliputi tak kurang dari puluhan hektare didapati ancaman hama keong mas. Upaya manual sudah dilakukan petani sendiri, yaitu dengan mengambil, mengumpulkan hingga membuang keong mas itu dari tanaman padinya, sembari memang tetap berharap akan ada upaya atau bantuan lain dari pihak terkait dalam waktu dekatnya.
“Obat anti keong mas sudah ditebar, bahkan sudah diambili satu persatu, tapi kalo debit air banyak lagi, keongnya otomatis muncul lagi petani pun sudah mulai bingung pak,” ujarnya.
Hal serupa juga diutarakan petani lainnya di Desa Banyuurip, Kecamatan Penengahan yang menjelaskan bahwa, pengalaman ini sudah sering dialaminya setiap tahunnya, yaitu dengan cukup banyak keong mas di sawah. Namun untuk upaya khusus dari pihak terkait bisa dikatakan masih sangat minim, tinggal bagaimana petani saja menyiasatinya dilapangan.
“Biasanya, sesudah bibit ditanamkan, sawah kami keringkan, untuk menghindari tanaman dimakan keong mas. Upaya ini memang sedikit, tapi ini kan upaya manual, kami tetap harapkan ada upaya lanjutan dalam hal pencegahannya,” tukasnya.
Sebagian petani mengaku melakukan tekhnik penyulaman dengan mengganti tanaman yang baru, selanjutnya cara tradisional dilakukan dengan melakukan penjebakan menggunakan daun talas atau daun pepaya yang disukai keong mas. Daun yang diletakkan pada pagi hari akan didatangi indukan keong mas yang mengumpul sehingga mudah dibersihkan dan dimusnahkan.
Kondisi padi warga yang terserang hama
Sementara untuk hama wereng, sebagian petani menggunakan penyemprotan menggunakan obat yang diramu dari daun tertentu untuk mengurangi serangan. Petani berharap padi yang masih berumur muda akan berangsur normal setelah diserang hama wereng dan keong mas untuk menghindari kerugian lebih besar.
Lihat juga...