SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Menyusul bocornya dokumen rahasia milik Perusahaan Mossack Fonseca yang menunjukkan sejumlah pejabat dan orang penting sedunia yang menghindari pajak, puluhan mahasiswa di Yogyakarta yang tergabung dalam Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA), menggelar aksi mogok makan menuntut diberhentikannya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.
![]() |
| Peserta aksi mogok makan |
Sebanyak tujuh mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, menggelar aksi mogok makan di komplek Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (11/4/2016). Mereka menuntut kepada Presiden Joko Widodo untuk memgambil sikap tegas, terkait nama Rini Soemarno yang ada di dokumen para pengemplang pajak Panama Papers.
Koordinator Aksi, Hilman Irawan, mengatakan, aksi mogok makan yang telah berlangsung selama tiga hari ini merupakan bentuk keprihatinannya atas adanya dugaan pengemplangan pajak yang dilakukan oleh Rini Soemarno.
“Kami meyakini, dokumen Panama Papers yang dibocorkan oleh Organisasi Wartawan Investigasi Global itu bisa dipertanggung-jawabkan”, ujar Hilman.
![]() |
| Hilman Irawan, Koordinator Aksi |
Tak hanya Rini Soemarno, kata Hilman, puluhan nama-nama pengusaha asal Indonesia juga ada dalam daftar pengemplang pajak itu. Hilman menyebut, dalam Panama Papers itu tercatat ada sejumlah uang yang dimiliki oleh 2.961 orang dan Badan Usaha perseorangan asal Indonesia dengan jumlah uang sebesar Rp. 11.400 Trilyun. Padahal, kata Hilman, Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tahun 2015 hanya sebesar Rp. 1.936 Trilyun. Sementara itu, jumlah hutang luar negeri Indonesia selama dalam satu tahun di 2015 sebesar Rp. 4.376 Trilyun.
“Jika uang yang digelapkan sebagaimana disebutkan dalam Panama Papers itu disita negara, tentu sudah bisa membereskan persoalan bangsa ini”, tegasnya.
Di sisi lain, lanjut Hilman, adanya nama Rini Soemarno dalam daftar Panama Papers, sangat melukai hati rakyat. Pasalnya, sebagai seorang menteri, semestinya Rini Soemarno taat hukum dan membayar pajak. “Dengan demikian, pun Rini Soemarno telah menciderai rasa nasionalisme”, tegasnya.
![]() |
| Tenda aksi mogok makan di UMY |
Hilman bersama puluhan mahasiswa lain, di antaranya dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, dan Institut Janabadra dan lainnya, mengadakan aksi mogok makan menuntut mundurnya Rini Soemarno dari jabatan Menteri BUMN. Seperti diketahui, Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson, telah mengundurkan diri setelah tiga hari didesak mundur oleh rakyatnya akibat namanya ada dalam daftar Panama Papers.
Karena itu, terhadap Rini Soemarno, pihaknya pun menuntut hal yang sama.
“Kami minta Presiden Jokowi memecat Rini Soemarno dan mengusut tuntas orang-orang Indonesia yang namanya ada di daftar Dokumen Mossack Fonseca dan menyita uang yang diduga hasil kejahatan pengemplangan pajak dan pencucian uang”, tegasnya.

