Koramil Katibung Siap Bersihkan Saluran Penyebab Banjir

SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Hujan yang mengguyur wilayah Lampung dalam beberapa hari ini berdampak di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Kecamatan Katibung Lampung Selatan berupa mampetnya saluran air. Saluran mampet bahkan mengakibatkan banjir di jalan yang menjadi jalan lintas arah Bandarlampung ke Lampung Selatan dan sebaliknya.  Menurut Komandan Rayon Militer (Danramil) 0421/10 Katibung Kapten (Inf) Norizwan Tamin saluran air yang buntu membuat air hujan mengalir di badan jalan, dan mengganggu pengguna kendaraan yang melintas.
Ia mengungkapkan, saluran air yang meluap dan mengakibatkan banjir hingga ke pemukiman warga tersebut sudah terjadi bertahun tahun dan belum mendapat penanganan selama setahun terakhir. Antisipasi pendangkalan semakin dalam personil Koramil Katibung telah melakukan upaya pembersihan bekerjasama dengan masyarakat agar banjir tak lagi melanda pemukiman, meski penanganan lanjutan akan tetap dilakukan.
“Melubernya air hujan itu terjadi saat hujan turun dan hampir selalu terjadi saat musim hujan. Awalnya air cukup lancar mengalir namun kemudian meluber setelah beberapa menit hujan turun dan sampah yang dibuang oleh warga dibuang di saluran air,”ungkap Kapten Norizwan saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (11/4/2016).
Norizwan mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat desa, bintara pembina desa (Babinsa) serta pihak pemerintah kabupaten Lampung Selatan untuk segera melaksanakan penanganan terkait penyumbatan saluran tersebut. Pembersihan di saluran yang dilakukan sementara tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air yang selama ini meluap ke pemukiman warga.
Ia mengungkapkan, selama ini tersumbatnya saluran air ini diduga karena sampah yang masuk ke saluran air. Dugaan itu dikuatkan, dengan banyaknya sampah yang ikut meluber dari saluran tersebut. Sampah-sampah tersebut ikut meluber di tengah jalan berupa sampah plastik dan sebagian saluran air bahkan ambrol karena tidak memiliki talud.
Melihat kondisi tersebut personil Koramil dan dipimpin oleh Babinsa Koramil wilayah Desa Katibung, Sertu Deki Sartana bersama warga tidak tinggal diam dan langsung melakukan pembersihan dengan melakukan gotong royong. Bersama-sama dengan masyarakat personil Koramil membersihkan dengan cara manual mereka berusaha untuk mengatasi sumbatan. Tapi begitu, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Air tetap tidak bisa mengalir dengan lancar.
Selain sampah warga menduga jika tersumbatnya saluran air di dekat perusahaan pemecah batu ini juga akibat material bangunan.  Selain itu karena banyak warga yang membangun, dan material bangunannya terjatuh di saluran air namun tidak dibersihkan. Lantaran itulah, warga pun berharap ada solusi untuk mengatasi genangan air ini.
“Hujan sebentar saja sudah meluap begini, kalau hujannya lama pasti airnya lebih tinggi. Kami berharap pemerintah ada perhatian dengan kondisi ini dengan melakukan pembangunan talud secara permanen,’’ kata salah satu warga bernama Udin.
Udin  sendiri mengaku sebetulnya setiap musim penghujan, air dari saluran Jalan Lintas Sumatera sering meluap. Masalahnya pun sama, yaitu sampah. Ia bahkan  sudah mengajak warga lainnya untuk membuang sampah di tempatnya. Tapi karena kesadaran masyarakat kurang tersumbatnya saluran air tersebut masih sering terjadi selama musim penghujan.
Danramil Katibung,Norizwan mengaku  sudah melaporkan kejadian sering tersumbatnya saluran tersebut ke pihak wakil bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto bahkan wakil bupati Lampung Selatan sudah melakukan pengecekan saluran air di wilayah tersebut. 
Terkait saluran air yang tersumbat tersebut koordinasi dengan pihak terkait untuk mengerahkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. Dia juga meminta masyarakat untuk berperan aktif terkait dengan masalah air yang meluber di jalan di saat musim penghujan. Selain itu perlu ada langkah untuk melakukan perbaikan saluran air yang sering meluap tersebut.
Danramil mengungkapkan penanganan awal dengan melakukan pembersihan secara gotong royong masih belum bisa menjadi solusi karena pendalaman saluran memerlukan alat berat. Ia bahkan mengungkapkan akan siap mengerahkan puluhan personil Koramil Katibung jika diiperlukan saat pemerintah memerlukan tenaga untuk penanganan saluran air.
Lihat juga...