Tingkatkan Kualitas, Gubernur NTB Minta Dana Alokasi Cukai Diperbesar

SELASA, 12 APRIL 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Turmuzi

MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zainul Majdi meminta kepada pemerintah pusat, melalui Kementerian Keuangan, supaya penyaluran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) ke daerah NTB diperbesar untuk membantu petani meningkatkan kualitas produk dan produksinya.
Petani tembakau
Hal tersebut disampaikan Majdi saat menerima kedatangan ketua beserta pengurus Asosiasi Pengusaha Tembakau Indonesia (APTI) di kantornya, Selasa (12/4/2016).
Menurutnya, selama ini alokasi DBH – CHT yang diberikan kepada petani sebagai bantuan modal meningkatkan kualitas produksinya dinilai masih sangat minim dan belum sebanding dengan kontribusi yang disumbangkan petani tembakau, khususnya petani tembakau NTB.
Padahal persoalan modal kerap menjadi persolan yang membelit petani termasuk kebutuhan lain seperti pupuk dan kebutuhan obat – obatan, sehingga mau tidak kerap terjebak dengan para rentenir dengan perjanjian tidak manusiawi dan jelas merugikan petani.
“Selain itu, dalam waktu dekat, Pemda NTB akan bersurat ke Menteri Keuangan terkait dengan pengenaan tarif cukai bagi tembakau impor untuk melindungi produk tembakau lokal,” ungkapnya.
Ditambahkan Majdi, dirinya menyadari masalah tembakau sama halnya dengan masalah produk lainnya yang memerlukan dukungan pemerintah daerah, baik pendanaan maupun regulasi, karena posisi pemerintah NTB jelas akan berpihak pada petani tembakau.
Untuk itu, terhadap RUU Tembakau, Gubernur sangat mendukung agar segera dituntaskan guna menjamin kesejahteraan para petani lokal.
“Mengajak seluruh pihak untuk mengamankan serta mengawal agar proses pembahasan RUU pertembakauan bisa berjalan lancar dan segera disahkan, karena sangat sesuai dengan kondisi pertembakauan di tanah air,” katanya.
Lihat juga...