Teror Kekerasan Merebak di Yogyakarta

SENIN, 26 APRIL 2016
YOGYAKARTA — Belum terungkap motif dan pelaku penembakan misterius di Magelang, Jawa Tengah, teror kekerasan serupa terjadi di Yogyakarta. Tiga orang yang semuanya pelajar putri menjadi korban penyayatan dengan pisau cutter di bagian lengan.
Di antara tiga korban tersebut, satu di antaranya merupakan siswi Kelas 6 Sekolah Dasar Negeri Randusari, Kotagede Yogyakarta.
Aksi teror kekerasan menggunakan senjata tajam yang diduga jenis pisau cutter, menghantui warga di kawasan selatan Kota Yogyakarta. Teror keji itu mulai merebak kemarin Senin 25 April 2016, dan menyebabkan tiga korban luka sayat cukup dalam.
Kasus tersebut mulai terkuak ketika korban berinisial K (16), siswi sebuah sekolah kejuruan di Bantul, tiba-tiba disayat pada bagian lengan kanan menggunakan pisau saat melintas di Jalan Nyi Pembayun, Kotagede, Yogyakarta. 
Akibat sayatan benda tajam itu, K mengalami luka robek cukup panjang dan oleh warga dilarikan ke Rumah Sakit Hidayatulloh Umbulharjo, Yogyakarta.
Tak lama setelah itu, seorang mahasiswi berinisial N (19), juga mengalami hal yang sama ketika sedang melintas di kawasan Jalan Janturan, Umbulharjo. Ia mengalami luka sayat cukup panjang dan dalam, sehingga dilarikan ke RS Hidayatulloh.
Belum sempat disadari sebagai aksi teror berantai, seorang siswi sekolah dasar di Kotegede pada hari yang sama juga mengalami teror serupa. Siswi kelas 6 SDN Randusari berinisial NER itu, pun dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kotagede akibat luka sayat yang cukup mengerikan.
Ditemui di sekolahnya di SDN Randusari Kotagede, Selasa (26/4/2016), Guru Kelas SDN Randusari, Sutriyati menuturkan, NER mengalami musibah teror kekerasan itu ketika hendak pulang usai mengikuti latihan Ujian Nasional. 
Kira-kira pukul 12.45 WIB, pihak sekolah diberitahu oleh warga, jika salah satu siswinya mengalami musibah itu. NER mengalami luka sayat di bagian lengan kanan yang cukup parah. Akibat luka yang cukup parah, kata Sutriyati, NER mendapatkan 5 jahitan di bagian dalam dan 20 jahitan di luar. “Luka sayatnya sedalam 1,5 centimeter dengan panjang 10 centimeter”, ujarnya.
Namun demikian, NER yang tergolong siswi berprestasi mengaku tak begitu khawatir dengan kejadian yang dialaminya. Meski disarankan untuk tidak masuk sekolah guna mengikuti latihan UN, NER tetap masuk dan antusias mengikuti latihan UN.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Kotagede, Komisaris Polisi HM Suparman, ditemui di markasnya membenarkan telah terjadinya teror kekerasan tersebut. 

Pihaknya pun telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan beberapa CCTV yang ada di beberapa tempat yang kebetulan diduga dilewati oleh pelaku teror kekerasan.
“Kami sudah mengetahui ciri-ciri pelaku, namun masih harus dicocokkan dengan sejumlah saksi lain dan gambaran CCTV yang saat ini masih dikaji”, pungkasnya. (Koko Triarko)
Lihat juga...