SBMPTN 2016 Via CBT Direspon Positif

SELASA, 26 APRIL 2016
BANDUNG — Tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Bandung akan menerapkan Computer Based Testing (CBT), dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016.



CBT adalah ujian berbasis komputer, dimana para peserta mengikuti tes di layar komputer tanpa soal kertas.
Tiga PTN itu yakni Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). 
Diketahui, pada tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan SBMPTN hanya diselenggarakan lewat ujian tertulis alias Paper Based Testing (PBT).  
Ketua Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung SBMPTN 2016, Arry Bainus membeberkan, pihaknya diberi tanggung jawab 320 kursi untuk peserta via metode CBT.
“Terbagi dari 3 lokal. Lokal Unpad 100 kursi,  UPI 100 kursi, sementara lokal ITB 120 kursi. Alhamdulilah responnya terhadap CBT ini luar biasa,”  tutur Arry di Sekretariat SBMPTN Panlok 34 Bandung, Gedung Information Center ITB, Kota Bandung, Selasa (26/4/2016).
Sejak Senin (25/4) pihaknya sudah membuka pendaftaraan SBMPTN via online hingga 20 Mei 2016 mendatang. Dia sampaikan, banyak calon peserta yang antusias menyambut ujian berbasis komputer ini.  Bahkan di Unpad dan UPI, dia mengklaim, kuota peserta via CBT ini sudah penuh terisi.
Arry menilai, metode CBT ini banyak kelebihannya dibandingkan menggunakan PBT. Salah satunya bisa meminimalisir adanya human error yang dilakukan peserta. 
“Karena PBT itu kita masih banyak menemukan kesalahan, seperti salah mengisi identitas di soal, itu fatal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, CBT ini baru akan diterapkan untuk jurusan Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial dan Humaniora (Soshum). Sementara untuk kelompok campuran belum dapat dilaksanakan.
“Karena ini masih perdana,  mudah-mudahan kedepan bisa diterapkan juga untuk yang campuran,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya pun akan siaga seumpama ada masalah dalam pelaksanaan SBMPTN 2016 via CBT ini. “Kita membutuhkan jaminan misalnya dari sistem keamanannya dan juga dari suplai listrik. Ini yang harus kita jaga,” pungkasnya. (Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...