Lahan Produktif di Sumenep Tergusur Perumahan

SELASA, 26 APRIL 2016
SUMENEP — Pembangunan perumahan berkembang secara pesat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Akibatnya lahan pertanian yang produktif semakin menyempit, sehingga ketahanan pangan mulai mengkhawatirkan. 


.
Sampai sekarang bangunan perumahan yang ada di wilayah perkotaan daerah ini semakin banyak, namun ironisnya pihak terkait terkesan lepas tangan. Semestinya keberadaan lahan pertanian yang masih produktif dipertahankan,  tetap dalam kondisi hijau, agar ketahanan pangan tidak mengkhawatirkan.
“Selama empat tahun terakhir hasil panen padi milik warga di sekitar perumahan semakin menurun,  karena pembuangan air dari perumahan banyak masuk ke sawah, sehingga tergenang secara terus menerus. Akibatnya pertumbuhan tanaman tidak maksimal,” kata Madrugi (40) salah seorang petani Desa Kolor, Kecmatan Kota Sumenep, Selasa (26/4/2016).
Disebutkan, dulu di wilayah kota daerah ini lahan produktif sangat luas. Namun dari hari ke hari lahan itu semakin terkikis dengan banyaknya pembangunan perumahan, sehingga produksi hasil tanaman juga tambah sedikit. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir pembangunan semakin banyak, sehingga kedepan kemungkinan besar lahan produktif akan habis.
“Sudah sering tanaman padi gagal panen,  akibat bebasnya penghuni perumahan membuang air limbah rumah tangga ke sawah. Jadi hasil panennya menjadi turun drastis. Meski lahan menyempit,  terkesan tidak ada perhatian dari pihak terkait, karena semakin lama bangunan perumahan tambah banyak,” jelasnya.
Apabila pembangunan perumahan di daerah ini semakin banyak, maka pemerintah harus serius mengambil langkah kongkrit dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga mampu membuat terobosan agar ketersediaan pangan tetap memadai sesuai kebutuhan masyarakat, karena jika diperhatikan secara serius keberadaan pangan akan jauh dari harapan.
“Kalau sekarang di kota ini lahan produktif sudah tinggal sedikit, padahal dulu lahan itu mampu memproduksi padi yang cukup banyak, karena lahan tersebut sangat subur, apalagi ketersediaan air juga memadai, sehingga petani tidak kebingungan,” paparnya.
Mereka berharap pemerintah daerah ikut mempertahankan keberadaan lahan produktif yang sudah tinggal sedikit, sehingga dalam memberikan izin terhadap pengembang perumahan mengkaji secara detail terlebih dahulu, sehingga lahan produktif yang ada tidak sampai habis ditumbuhi perumahan.(Fahrul)
Lihat juga...