Satu Tahun Terakhir Aktifitas Jual Beli di Pasar Tradisional Balikpapan Menurun

JUMAT, 15 APRIL 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Pedagang pasar tradisional di Balikpapan mengeluhkan aktifitas jual beli yang turun dalam satu tahun terakhir. Salah seorang pedagang sembako di pasar tradisional Klandasan, Jarot mengaku satu tahun terakhir pembeli atau pelanggan yang membeli di kiosnya mulai berkurang. 
Pasar tradisional di Balikpapan
“Mulai berkurang meski ada aja yang membeli. Tapi tidak seramai dulu,” ungkapnya saat ditemui di pasar tradisional Klandasan.
Ia mengatakan, belum tahu penyebab berkurangnya pembeli, kemungkinan karena ekonomi lesu atau sudah semakin banyak pasar modern seperti supermarket.
Hal yang sama juga dikatakan Pedagang Pasar baru Lia. Menurutnya, beberapa bulan terakhir pembeli agak turun. 
“Kalo turun juga pengaruh sama pendapatan yang diperoleh, tapi yang penting setiap hari ada pembeli kami senang. Karena pasar tradisional pasti konsumen tersendiri,” katanya, Jumat (15/4/2016).
Sementara itu, Dinas Pasar memiliki piutang atau tagihan kepada ratusan pedagang yang menempati kios di pasar-pasar yang dikelola dinas Pasar. Diperkirakan tunggakan para pedagang ini mencapai Rp.6 miliar.
Kepala Dinas Pasar Balikpapan Heri Misnoto mengatakan, tunggakan itu terjadi sejak 2005 silam hingga saat ini. Bahkan menjadi temuan audit BPK RI mengingat sistem keuangan dan pelaporan keuangan APBD menggunakan sistem acrual yakni piutang itu harus ditagih dan diselesaikan. Jika tidak akan terus menjadi temuan BPK.
Jumlah pedagang yang menunggak pembayaran uang sewa kios berjumlah ratusan dari ribuan pedangan. “Ada dari pasar Sepinggan, Pasar Damai, Klandasan, Pandansari. Paling banyak itu di Pandansari. Itu terjadi sejak zaman nggak enak saya ini cuma ketimpaan aja,” ujarnya.
Lihat juga...