Dishubtrans DKI Jakarta Minta Pengadaan 600 Bus Baru Transjakarta Dipercepat

JUMAT, 15 APRIL 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Dalam waktu dekat rencananya secara bertahap PT. Transjakarta yang selama dikenal sebagai salah satu operator yang bertanggung jawab dalam mengoperasikan layanan angkutan umum masal terintegrasi atau Mass Rapid Transit (MRT) akan menambah sebanyak 600 unit armada bus baru Transjakarta. Namun hingga sekarang yang baru terealisasi hanya sekitar 49 unit, jumlah tersebut tentu saja sangat tidak memadai karena kurang di bawah 10 persen dari yang direncanakan.
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah
Ketersediaan Armada Bus Transjakarta sangat penting artinya bagi warga masyarakat yang tinggal di wilayah Ibukota Jakarta, khususnya bagi mereka yang setiap harinya naik Transjakarta, pengadaan sebanyak 600 unit sangat mendesak, apalagi setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya mencapai kata sepakat untuk kembali memperpanjang uji coba penghapusan sementara 3 In 1 hingga tanggal 14 Mei 2016 mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, pengadaan sebanyak 600 unit Armada Bus Trans Jakarta tersebut sifatnya sangat mendesak. Pihaknya meminta kepada Direktur PT. Transjakarta untuk segera merealisasikannya secepat mungkin.
” Apalagi sekarang uji coba penghapusan sementara 3 In 1 diperpanjang lagi hingga tanggal 14 Mei 2016, kerena kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan bermotor mengalami peningkatan hampir 25 persen, maka penumpukan penumpang tak dapat dihindari” terangnya kepada wartawan, Jumat (15/4/2016).
“PT. Transjakarta menyebutkan, minggu depan rencananya sebanyak 250 armada Bus Trans Jakarta sudah tersedia dan siap beroperasi dengan perincian masing-masing 66 peren langsung beroperasi di sepanjang jalur koridor Busway, sedangkan 34 persen sisanya langsung beroperasi di jalar koridor Trans Jakarta, sedangkan dengan ketersediaan ini sebanyak 49 unit Armada Bus Transjakarta, jelas sangat tidak memadai dan tidak memungkinkan untuk mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berencana akan menghapus 3 In 1” demikian dikatakan Andri Yansyah kepada wartawan.
Pantauan Cendana News, Jumat (15/4/2016) sejak pukul 08:00 WIB hingga pukul 10:00 WIB, kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan bermotor kembali terjadi di semua kawasan yang selama ini menerapkan 3 In 1, salah satunya adalah di sepanjang Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan bermotor tak dapat dihindari, banyak kendaraan yang saling serobot, tampaknya mereka tak sabar untuk segera lolos dari kemacetan supaya cepat sampai ke tempat tujuan masing-masing.
Lihat juga...