Satpol PP Serius Tangani Eksploitasi Anak di Surabaya


SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Charoline Pebrianti  / Editor : Rustam / Sumber Foto : Charoline Pebrianti
SURABAYA—Seorang anak berjenis kelamin laki-laki mendatangi setiap orang yang berada di kawasan Pasar Pucang sembari membawa bakul berisi telur puyuh dagangannya. Anak itu menawarkan dagangannya seharga Rp 4 ribu per bungkus. 

Irvan Widyanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya

Kala itu masih tersisa 10 bungkus dan berusaha menawarkan dagangannya kepada setiap orang yang ditemuinya. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.30 WIB,Senin malam (18/4) 
Ketika salah seorang warga Kertajaya, Habibi melihat kondisi tersebut. Dia ingin membeli semua dagangan anak tersebut dengan syarat ibunya harus bertemu dengan Habibi.
Menanggapi permintaan tersebut sang anak terlihat takut. Selang beberapa menit setelah Habibi mengambil gambar anak tersebut, tiba-tiba datang seorang perempuan paruh baya datang dan mengajak pergi anak itu.
“Ironis sekali nasib anak itu, dipaksa bekerja oleh orang tuanya. Padahal ia masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK),” jelas Habibi kepada cendananews.com, Selasa (19/4).
Menanggapi anak yang masih dibawah umur dipekerjakan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Irvan Widyanto menjelaskan, perlakuan orang tua tersebut melanggar Perda No. 6 Tahun 2011 tentang perlindungan anak.
“Dimana anak dilarang keras untuk bekerja. Selain itu perlu diingat hak anak mendapatkan nafkah dari orang tua dan belajar,” ujarnya.
Satpol PP memerlukan strategi khusus untuk menangani hal tersebut, yakni dengan pola tertutup melalui pendekatan yang diprakarsai oleh tim Kaipang milik Satpol PP.
“Tim nanti melakukan penyamaran dan berusaha mengamankan anak itu, nanti orang tuanya pasti datang disitu akan kami beri sanksi tegas,” cakapnya.
Sanksi tegas itu tidak hanya ditugaskan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), namun tidak menutup kemungkinan orang tua tersebut dibawa ke pengadilan untuk dihukum sesuai peraturan yang berlaku.
“Selain itu kami akan intervensi apa pekerjaan orang tuanya, berapa penghasilannya, dimana tinggalnya,” tukasnya.
Tim Kaipang akan melakukan operasi nanti malam di Pasar Pucang sesuai temuan kemarin malam. Selain Pucang, Irvan juga menargetkan ditempat-tempat sentra makanan juga di Pasar Genteng, Kedungdoro, Tidar dan Ngagel.
“Untuk melihat anak-anak yang dipekerjakan secara tidak wajar oleh orang tuanya,” pungkasnya.
Lihat juga...